Balapan Sugeng Rahayu VS Mira di Sragen Berujung Kecelakaan, Netizen Serukan Cabut Izin

Bus Sugeng Rahayu menabrak rumah warga seusai menghantam 4 mobil dan 1 sepeda motor di jalan Sragen-Ngawi, tepatnya di Desa Pilangsari, Sragen, Sabtu (1/6 - 2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
02 Juni 2019 10:00 WIB Chelin Indra Sushmita Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Kecelakaan bus Sugeng Rahayu berpelat nomor W 1803 UY jurusan Jogja-Surabaya di Jalan Sragen-Ngawi, tepatnya di Desa Pilangsari, Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (1/6/2019), pagi menjadi sorotan. Bus Sugeng Rahayu itu menabrak empat mobil dan satu sepeda motor seusai kebut-kebutan dengan bus Mira.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, kecelakaan tragis itu empat mobil ringsek pada bagian depan. Empat mobil itu adalah dua Toyota Avanza, satu minibus dan satu mobil pikap jenis Gran Max. Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dani Permana, mengatakan bus Sugeng Rahayu itu membawa 15 penumpang. Semua penumpang dipastikan selamat.

Meski demikian, kecelakaan yang diakibatkan bus Sugeng Rahayu membuat netizen dongkol. Kebiasaan sopir bus Sugeng Rahayu mengemudi dengan kecepatan tinggi dan membahayakan pengguna jalan lainnya sudah menjadi rahasia umum.

Sebelumnya, bus Sugeng Rahayu yang bernama Sumber Kencono itu sering terlibat kecelakaan. Bahkan, setelah berganti nama pun bus tersebut tetap saja menjadi biang kerok kecelakaan lalu lintas. Berbagai komentar miring tentang bus Sugeng Rahayu tersebut dilontarkan netizen lewat fanpage Solopos.com.

Diganti namanya juga percuma. Sopir masih yang sama. Mental ugal-ugalan, manajemen perusahaan yang sama yang kebijakannya tidak mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Sebaiknya dicabut saja izin trayeknya. Dishub harus tegas karena ini menyangkut keselamatan banyak orang. Baik penumpang bus itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Sumber Kencono + Sumber Selamat = Sumber Petaka,” komentar Anto Ghandil.

Sudah terlalu sering bus itu menjadi sebab terjadinya kecelakaan karena gaya berkendaranya yang ugal-ugalan. Sampai kapan dibiarkan?” imbuh Noer J. Adie.

Cabut izinnya. Sudah langganan bunuh pengendara lain,” lanjut Attan Newrorkkarto.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, bus Sugeng Rahayu dan Mira terlibat kejar-kejaran sejak berada di Palur, Karanganyar. Sesampainya di simpang empat Pilangsari, bus Mira berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah. Sementara dari belakang, bus Sugeng Rahayu melaju dengan kecepatan tinggi untuk mengejar bus Mira dengan melanggar marka.

Lampu lalu lintas sudah menyala hijau dan bus Sugeng Rahayu menyalip bus Mira di perempatan. Dari arah berlawanan muncul empat kendaraan roda empat. Karena jarak terlalu dekat, bus Sugeng Rahayu itu menabrak empat mobil itu.

Satu minibus sempat terguling di lokasi. Tak berhenti sampai di situ, bus Sugeng Rahayu menyenggol satu unit sepeda motor di sebelah kiri lalu menghantam pagar dan teras rumah Sadiran, 47, warga RT 004, Dusun Gerdu, Desa Pilangsari Sragen. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

Akibat diseruduk bus Sugeng Rahayu, pagar dan teras rumah Sadiran rusak. Sadiran mengaku mengalami kerugian sekitar Rp45 juta. Proses evakuasi lima unit kendaraan roda empat itu baru selesai sekitar pukul 09.30 WIB.