Arus Kendaraan di Jalan Tol Solo-Ngawi Capai 25 Unit per Menit

Sejumlah kendaraan pribadi melintas di jalan tol Trans Jawa jalur Solo-Ngawi, tepatnya di km 538 Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Minggu (2/6 - 2019). (Solopos.com/Tri Rahayu)
02 Juni 2019 17:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Jumlah kendaraan pemudik yang melewati jalan tol Trans Jawa yang melewati jalur Solo-Ngawi meningkat dua kali lipat pada puncak arus mudik Lebaran 2019, Minggu (2/6/2019). Jumlah kendaraan roda empat tersebut mencapai 25 unit per menit atau 1.500 unit per jam. Peningkatan arus kendaraan tersebut terjadi sejak Jumat (31/5/2019) malam WIB.

Kecepatan rata-rata kendaraan yang didominasi mobil pribadi yang lewat tol mencapai 120 km/jam. Jumlah kendaraan yang paling dominan melaju dari arah Solo-Ngawi. Sementara jumlah kendaraan dari arah sebaliknya, Ngawi-Solo, relatif minim atau separuh dari jumlah kendaraan dari arah Solo-Ngawi.

Perwira Pengendali Operasi Pos Pengamanan 519B, Iptu Mashudi, mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat berbincang dengan Solopos.com di Rest Area km 519B Masaran, Sragen, Minggu, mengatakan jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol meningkat siginifikan tetapi tidak sampai terjadi penumpukan di rest area. Dia mengatakan arus yang cukup padat justru ada di jalur Solo-Ngawi.

“Kalau di jalur Ngawi-Solo kemungkinan meningkat pada arus balik setelah Lebaran. Kecepatan rata-rata yang terlihat dari laju kendaraan melebihi 100 km per jam. Kecepatannya antara 120-140 km per jam. Hitungannya kondisi tol tidak terlalu padat dan relatif lancar dan aman. Kepadatan justru terjadi di jalur kampung atau kota karena para pemudik yang pulang kebanyakan membawa mobil pribadi,” ujarnya.

Kapolres Sragen melalui petugas Pos Pam 519A Brigadir Eko Bimo saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu, menjelaskan jumlah kendaraan yang melintas dari Solo-Ngawi sejak pukul 09.00 WIB-12.00 WIB mencapai 4.500 unit yang terdiri atas 360 unit bus, 540 truk, dan 3.600 mobil pribadi.

“Rata-rata arus kendaraan tersebut mencapai 25 unit per menit. Dari sekian banyak kendaraan itu yang masuk ke rest area km 519A rata-rata 15 unit per menit atau 900 unit per jam. Mereka ada yang sekadar mengisi bahan bakar minyak dan ada yang singgah untuk istirahat,” jelasnya.

Jumlah kendaraan yang singgah istirahat di Rest Area Km 519A mencapai 140 unit dari kapasitas rest area sebanyak 250 unit. Bimo, sapaan akrabnya, menambahkan kondisi rest area relatif lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berarti baik di lokasi parkir maupun antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Jumlah kendaraan tersebut meningkat dua kali lipat. Pada Kamis [30/5] yang sama-sama tanggal merah volume kendaraan hanya 10-12 unit per menit. Untuk stok BBM juga aman. Stok solar mencapai 44.710 liter, pertalite 35.840 liter, pertamax 37.154 liter dan dexlite 35.854 liter,” ujarnya.