Ada Layanan Tambal Ban Gratis untuk Pemudik di Klaten

Riyanto dan Didik, anggota grup Facebook (FB) Info Seputar Klaten (ISK) menyiapkan peralatan menambal ban gratis di posko ISK Peduli. (Solopos.com/Taufik Sidiq Prakoso)
02 Juni 2019 20:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN - Komunitas Info Seputar Klaten (ISK) menawarkan layanan tambal ban gratis untuk para pemudik pada Lebaran 2019 ini. Layanan tersebut bisa didapat di posko mereka di trotoar depan Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara.

Posko ISK itu didirikan sejak Rabu (29/5/2019) guna menyambut Lebaran 2019. Posko itu berdampingan dengan posko lainnya seperti dari Polres Klaten, PMI, serta Dishub Klaten. Peralatan untuk mengganti ban motor pun sudah lengkap di posko tersebut.

Riyanto, 30, dan Didik, 55, menggawangi posko milik ISK tersebut. Riyanto menjadi salah satu anggota grup yang memiliki keahlian menambal ban. Sejak hari pertama posko buka, pria yang tingga di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk itu saban hari menyambangi posko.

“Kebetulan selama Ramadan saya libur bekerja sehingga bisa di posko. Biasanya merantau ke Banten untuk berdagang,” kata Riyanto saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (2/5/2019).

Riyanto menjelaskan ISK sudah membuka posko Lebaran tiga tahun terakhir dengan salah satu pelayanan yakni tambal ban gratis. Pada Lebaran tahun ini, sekitar tujuh pemudik sudah mendapatkan pelayanan tambal ban gratis sejak posko ISK peduli dioperasikan.

Selain tambal ban, posko itu menyiapkan rest area hingga patroli. Sebagian anggota mengelilingi kawasan di sekitar Masjid Agung Al Aqsha Klaten menyisir pemudik yang mengalami kendala termasuk kebanan. “Selama bisa kami bantu, kami siap membantu,” ungkapnya.

Biaya operasional posko berasal dari dana donasi anggota ISK. Hal tersebut termasuk peralatan yang digunakan untuk pelayanan tambal ban gratis. “Yang jelas fasilitas tambal ban diberikan gratis ke pemudik. Memang ada yang menawari membayar, namun kami tetap tidak mau menerima. Tujuan kami untuk sosial, dari member kembali ke member,” ungkapnya.

Didik mengatakan pelayanan tambal ban gratis diberikan kepada para pemudik terutama yang mengalami kendala saat melintasi malam. “Kalau ada yang mengalami ban bocor saat siang, kami arahkan ke jasa tambal ban di dekat kawasan ini saja. Kami tidak ingin ada jasa tambal ban yang merugi karena keberadaan kami dengan tambal ban gratis,” tutur warga Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara itu.

Didik menjelaskan posko difungsikan hingga H+7 Lebaran. Soal petugas piket posko, Didik mengatakan tergantung kelonggaran dan keikhlasan masing-masing anggota ISK. “Tidak dibuat jadwal piket hari ini harus siapa. Ini sifatnya sukarela. Siapa yang longgar bisa datang ikut berjaga di posko,” tutur dia.