Pengunjung Membeludak, Petugas Parkir Vallet Pasar Gede Solo Kewalahan

ilustrasi parkir. (Solopos/Dok)
03 Juni 2019 22:35 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Petugas parkir vallet di Pasar Gede Solo kewalahan melayani pengunjung yang jumlahnya membeludak pada H-2 Lebaran, Senin (3/6/2019). Lonjakan jumlah pengunjung di Pasar Gede terjadi sejak Jumat (31/5/2019).

Pantauan Solopos.com, lokasi parkir vallet di Pasar Gede, Solo, dipenuhi sepeda motor. Petugas dan koordinator vallet sibuk saling berkoordinasi melakukan transit keluar masuk sepeda motor para pengunjung.

Tak hanya itu, lokasi tunggu parkir vallet Pasar Gede juga dipenuhi kendaraan yang masih belum ditransit oleh petugas parkir vallet. Koordinator parkir vallet Pasar Gede, Wiwin Widyastuti, mengatakan jumlah pengunjung Pasar Gede melonjak sejak tiga hari yang lalu.

Menurutnya, para petugas parkir vallet yang bertugas memindahkan sepeda motor kewalahan karena banyaknya pengunjung. “Repotnya kan jalannya macet. Untuk transit juga butuh waktu. Selain itu juga lahan parkirnya terbatas. Sekarang sudah penuh sekali. Untuk pedagang saja sudah penuh. Apalagi ditambah lonjakan jumlah pengunjung. Jujur kami memang kewalahan menanganinya,” jelasnya kepada Solopos.com, Senin.

Menurut Wiwin, saking banyaknya pengunjung Pasar Gede yang datang dan terbatasnya lahan parkir, dia sampai harus menolak pengunjung yang akan parkir kendaraan. Meski begitu, dia mengarahkan pengunjung untuk parkir di tempat lain yang tidak menggunakan jasa vallet.

“Kami tidak bisa menambah kantong parkir. Jadi kami sampai setop dan menolak pengunjung yang mau parkir. Karena memang tempatnya terbatas. Lahan vallet hanya di situ,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Parkir Khusus dan Umum Dishub Solo, Henry Satya, mengatakan berdasarkan pantauan CC Room Dishub, banyak kendaraan terparkir di bahu jalan di Pasar Gede sehingga petugas Dishub harus menertibkan dan memberikan imbauan kepada petugas parkir vallet dan pengunjung Pasar Gede.

Dishub juga memberikan batasan lahan untuk ruang tunggu sepeda motor sebelum dipindahkan petugas vallet.

“Petugas vallet kewalahan karena kendaraan belum diterima petugas, kunci sudah ditinggal dan pergi. Ternyata kasusnya seperti iu. Langsung kami tindak lanjuti dengan memberikan sosialisasi. Untuk penambahan kantong parkir tidak ada. Kami hanya memberikan batasan khusus untuk lokasi tunggu parkir vallet,” bebernya.