Desa Menuran Baki Sukoharjo, Wisata Air Alternatif

ejumlah pengunjung menyusuri aliran Kali Baki menggunakan perahu rakitan di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kamis (23/5 - 2019). (Solopos/Bony Eko W.)
03 Juni 2019 21:39 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Kawasan wisata air Kali Baki menjadi destinasi wisata alternatif dan populer di Sukoharjo selama beberapa bulan terakhir. Kawasan wisata air itu selalu dipadati pengunjung yang didominasi anak-anak pada sore hari. Mereka menghabiskan waktu dengan menaiki perahu rakitan, sepeda air atau hanya mengobrol bersama rekan-rekan sebaya.

Kawasan wisata air Kali Baki yang terletak di Desa Menuran, Kecamatan Baki, diresmikan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya pada akhir 2018. Pinggir sungai disulap menjadi taman dan public space yang dilengkapi dua gasebo dan permainan anak-anak seperti ayunan dan perosotan.

Para orang dewasa bisa menikmati semilir angin sepo-sepoi di gasebo menjelang matahari terbenam. Suara gemericik air sungai kian menambah syahdu suasana di pinggir sungai. “Biasanya paling ramai sore hari menjelang matahari terbenam. Namun, pengunjung juga membeludak saat weekend baik siang hari atau sore hari,” kata Ketua Masyarakat Peduli Kali Baki (Masdulkabi), Triyono, saat berbincang dengan Solopos, Kamis (23/5/2019).

Dahulu, sambung Triyono, Kali Baki kotor, tak terawat dan penuh sampah rumah tangga. Warga setempat kerap mencium bau tak sedap saat melewati pinggir sungai. Para pengguna jalan sering membuang sampah di sungai saat melewati jembatan pada malam hari.

Para pemancing ikan bersama warga setempat lantas membentuk komunitas  bernama Masdulkabi. Mereka mengampanyekan pelestarian lingkungan dengan membersihkan sampah yang menumpuk di sungai. “Banyak sampah rumah tangga dan bau yang menyengat hidung. Warga tak mau berlama-lama di sekitar kali lantaran bau busuk,” ujar dia.

Sebagai bentuk kampanye pelestarian lingkungan, anggota Madulkabi juga menyebar ratusan kilogram benih ikan di sungai secara berkala. Mereka ingin merawat dan menjaga ekosistem sungai.

"Kini, wisata air Kali Baki menjadi destinasi alternatif murah meriah bagi masyarakat. Para pengunjung tak hanya berasal dari wilayah Baki melainkan daerah Soloraya seperti Solo dan Klaten. “ tutur dia.