Buntut Lakalantas Pilangsari, Polres Sragen Bangun Pos Pantau Bayangan

Bus Sugeng Rahayu menabrak rumah warga seusai menghantam 4 mobil dan 1 sepeda motor di jalan Sragen-Ngawi, tepatnya di Desa Pilangsari, Sragen, Sabtu (1/6 - 2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
03 Juni 2019 23:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Polres Sragen membangun satu unit pos pantau bayangan di simpang empat Pilangsari, Ngrampal, Sragen, seusai terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di lokasi tersebut, Minggu (2/6/2019).

Pembangunan pos pantau tersebut sebagai upaya antisipasi lakalantas di lokasi itu. Penjelasan tersebut disampaikan Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat dihubungi Solopos.com, Minggu siang.

Kapolres mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan disiplin dalam berlalu lintas. Imbauan itu disampaikan Kapolres lantaran banyak kasus lakalantas disebabkan pelanggaran lalu lintas.

“Imbauan itu kami sampaikan dengan memanfaatkan media sosial serta pemasangan MMT di sejumlah lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pos pantauan lalu lintas juga didirikan untuk antisipasi kecelakaan lalu lintas di Pilangsari yang berfungsi untuk mengawasi pelanggaran lalu lintas. Di simpang empat Pilangsari itu sering ada pengendara yang menerobos rambu lampu lalu lintas,” ujarnya.

Pos pantau lalu lintas tersebut berada di sisi selatan jalan Sragen-Ngawi. Pos yang berupa tenda polisi dan tenda kecil dijaga empat sukarelawan dari RAPI dan komunitas mitra Polri lainnya serta sejumlah petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen.

Lokasi tersebut pada tahun-tahun sebelumnya selalu ada pos pengamanan Lebaran dan baru tahun ini tidak didirikan pos pengamanan Lebaran.

“Ya, dulu saat ada pos pengamanan Lebaran tidak pernah ada lakalantas. Sekarang saat pos pengamanan Lebaran digeser ke Jatisumo justru sudah muncul dua kali lakalantas dan terakhir pada Sabtu [1/6/2019] lalu antara satu bus dengan empat mobil. Untuk antisipasi laka itulah baru mulai tadi pagi didirikan pos bayangan ini,” ujar petugas Pos Pantau Lalu Lintas Pilangsari, Sukasno, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu siang.

Para penjaga pos tersebut membawa alat musik berupa organ tunggal dan pengeras suara untuk menghibur pengguna jalan. Mereka memantau lalu lintas sambil berkaraoke bersama dengan melantunkan lagu-lagu campursari.

Suara tersebut terdengar sampai di pos mudik di halaman Masjid Basis Pilangsari, Ngrampal, yang berjarak 50 meter dari lokasi pos pantauan lalu lintas itu.