Dari Umbul Hingga Taman Bunga, Objek Wisata Klaten Bersolek Sambut Lebaran

Warna-warni bunga celosia menjadi salah satu daya tarik objek wisata Taman Bunga Kebon Asri yang dikembangkan warga Desa Kebon, Bayat, Klaten, Selasa (28/5/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
03 Juni 2019 16:15 WIB Ponco Suseno/Taufiq Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sejumlah objek wisata di Klaten bersolek menyambut wisatawan yang ingin menikmati libur Lebaran.

Pantauan Solopos.com di tepi jalan raya Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten, belum lama ini, terlihat aktivitas sejumlah pekerja menata Bukit Pertapan. Sudah dua bulan ini, penataan perbukitan di Dukuh Konang, Desa Kebon, tersebut dilanjutkan guna menyambut datangnya libur Lebaran.

Kawasan objek wisata Bukit Pertapan digarap Pemerintah Desa Kebon melalui Badan Usaha Milik (BUM) desa. Beragam fasilitas serta wahana baru mewarnai kawasan perbukitan yang setahun terakhir digarap menjadi objek wisata tersebut.

Wahana itu seperti kolam ikan serta gazebo. Spot instagramable lainnya yakni rumah hobbit serta kebun bunga.

"Fasilitas juga dilengkapi. Air dan listrik di puncak sudah ada. Saat ini merampungkan pembuatan kamar mandi dan toilet. Penataan ini dilakukan untuk menyambut libur Lebaran. Targetnya Lebaran awal sudah selesai," tutur Kepala Desa (Kades) Kebon, Sukaca, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, pekan lalu.

rumah hobbit klaten

Pekerja membawa batu bata di rumah hobbit di kawasan objek wisata Bukit Pertapan, Desa Kebon, Bayat, Klaten, Selasa (28/5/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Wahana yang dibikin pada penataan kali ini melengkapi wahana yang sudah dibangun di Bukit Pertapan seperti gardu pandang serta rumah pohon. Salah satu daya tarik wisata di perbukitan tersebut yakni keindahan panorama Klaten serta Gunung Kidul, DIY, dari puncak bukit pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Keindahan matahari terbit dan terbenam hingga pemandangan Gunung Merapi terlihat dari puncak bukit tersebut. Bukit Pertapan juga menyimpan daya tarik wisata edukasi karena menjadi laboratorium Fakultas Geologi UGM Yogyakarta untuk penelitian struktur bebatuan berumur ratusan juta tahun.

Untuk berwisata di Bukit Pertapan pada libur Lebaran mendatang, pengunjung hanya perlu membayar Rp3.000/orang. Sementara tarif parkir sepeda motor sekitar Rp2.000/unit.

"Tiket masuk memang sebesar itu karena kami juga menyadari masih perlu penyempurnaan kawasan Bukit Pertapan," ungkapnya.

Sukaca tak mematok target tinggi soal jumlah pengunjung. Ia berharap selama libur Lebaran jumlah pengunjung bisa mencapai 200-300 orang/hari. Libur Lebaran kali ini masih menjadi momentum pengenalan Bukit Pertapan sebagai objek wisata baru di Kecamatan Bayat.

Objek wisata lainnya di Desa Kebon yang mulai bersolek yakni Taman Bunga Kebon Asri. Objek wisata itu berada di Dukuh Ngepringan dan dikembangkan oleh salah satu warga bernama Agus Safari.

Daya tarik di objek wisata itu yakni kebun bunga yang didominasi celosia warna-warni di lahan seluas 1.800 meter persegi. Bunga-bunga tumbuh subur dan tertata rapi di antara jalan setapak. Beragam ornamen seperti rumah kincir angin menambah kesan kawasan tersebut selayaknya berada di negeri kincir angin, Belanda.

Kawasan objek wisata itu mulai dibuka sejak September lalu dan belakangan viral di media sosial (medsos). Kebun tersebut menjadi spot instagramable baru di Kabupaten Bersinar.

Agus mengatakan ia dan para pekerja sebatas merapikan kawasan kebun serta menambah bunga agar taman kian berwarna menyambut libur Lebaran. Ia memperkirakan jumlah pengunjung bisa mencapai lebih dari 1.000 orang pada libur Lebaran tahun ini.

“Sudah ada yang pesan mau memanfaatkan kawasan kebun untuk reuni. Sudah ada empat kelompok dan kemungkinan akan bertambah,” urai dia.

Soal tiket masuk, Agus menuturkan selama ini tiket masuk ke taman tersebut dipatok Rp5.000/orang dengan tarif parkir sepeda motor Rp2.000/unit dan mobil Rp5.000/unit. “Tiket masuk akan berubah saat libur Lebaran ini. Namun, ini masih kami bahas nilainya,” katanya.

Umbul Ponggok

Sementara itu, Desa Ponggok dengan Umbul Ponggoknya juga berbenah menyambut Lebaran. Pemerintah Desa (Pemdes) Ponggok di bawah komando Junaedi Mulyono selaku kepala desa (kades) bertekad menambah objek wisata yang instagramable.

Ke depan, Pemdes Ponggok tak hanya menawarkan Umbul Ponggok sebagai ikon objek wisata bawah air yang utama. Sebaliknya, Pemdes Ponggok secara bertahap menggarap potensi wisata air lainnya.

“Di Ponggok ini sebenarnya tidak hanya Umbul Ponggok. Di sini ada juga Umbul Kapilaler, Umbul Sigedang, Banyu Mili, dan Umbul Besuki. Khusus Umbul Ponggok tetap dipertahankan sebagai destinasi wisata bawah air. Umbul Sigedang dan Kapilaler juga sudah banyak dikunjungi wisawatan [sekitar 5.000 orang per bulan]. Kami masih ingin menggarap Umbul Besuki juga. Konsep utama kami, Umbul Besuki akan kami sulap mirip Ubud di Pulau Bali sehingga Umbul Besuki ini menjadi Ubudnya Klaten,” kata Junaedi Mulyono kepada Solopos.com, belum lama ini.