Amelia Sabary di Mata Mahasiswa ISI Solo: Dosen Baik dan Bersahabat

Citra Ratna Amelia Sabary. (Istimewa - Facebook)
04 Juni 2019 14:15 WIB Chelin Indra Sushmita-Tamara Geraldine Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO Suasana haru dan isak tangis mengiringi pemakaman presenter kondang Solo, Citra Ratna Amelia atau Amelia Sabary. Pelayat berdatangan ke rumah duka di kawasan Dukuh Honggobayan RT 001/RW 010, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (4/6/2019).

Bukan hanya warga Kartasura, pelayat berdatangan dari berbagai daerah. Termasuk civitas academica, alumni, dan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Kepergian Amelia Sabary menyisakan duka mendalam bagi mereka.

Di mata alumni ISI Solo, Amelia Sabary dikenal sebagai sosok pekerja keras dan sangat baik hati. Bahkan Amelia Sabary rela datang ke kampus ISI Solo untuk membimbing skripsi mahasiswanya.

“Bu Amel sosok dosen yang jarang ditemui. Ia bersedia ke kampus untuk membimbing mahasiswanya yang sedang skripsi. Saya ingat pada tahun 2014, saya sering membolos mata kuliah Tata Artistik dan juga jarang mengumpulkan tugas. Saat nilai semester keluar, saya mendadak mendapatkan nilai A di mata kuliah itu,” ujar salah satu mahasiswa lulusan Seni Media Rekam ISI Solo, Tania Mulandari, Selasa (4/6).

Tania Mulandari bercerita pernah izin tidak mengikuti ujian presentasi salah satu mata kuliah yang diampu Amelia Sabary. Kala itu, dia harus pulang ke Blitar, Jawa Timur, karena suatu urusan.

“Saat itu saya harus pulang ke Blitar. Dengan senyum saya diperbolehkan izin tidak mengikuti ujian mata kuliah tersebut. Bu Amel sosok yang baik sekali. Belum pernah saya temui sosok dosen seperti beliau. Beliau adalah sosok dosen sekaligus teman bagi mahasiswa ISI Solo,” ujar Tania Mulandari.

Tania Mulandari bersama alumni ISI Solo lainnya mendapatkan kabar meninggalnya Amelia Sabary melalui sosial media. Menurutnya, Amelia Sabary memang telah lama mengidap sakit jantung.

“Saya bisa datang layat karena membaca berita online. Keterangan dari suaminya, beliau meninggal karena sakit jantung. Sepengetahuan saya beliau memang sudah lama mengidap penyakit tersebut,” sambung Tania Mulandari.

Salah satu citivitas academica ISI Solo, Titus Soepono Adji, mengaku kaget mendengar kabar Amelia Sabary meninggal.

“Saya mendapatkan kabar melalui pesan singkat pukul 19.00 WIB. Saya kaget mendengar berita duka cita ini. Saya tak menyangka Amelia begitu cepat dipanggil oleh Allah,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Amelia Sabary meninggal dunia dalam usia 34 tahun, Senin (3/6/2019), sore akibat serangan jantung. Wanita yang dikenal sebagai master of ceremonies (MC), penyiar TV lokal, sekaligus dosen tersebut mengembuskan napas terakhir di Puskesmas Ngargoyoso, Kemuning, Karanganyar. Amelia Sabary meninggalkan seorang suami, Rudi Anggono, dan dua orang anak bernama Shalom Nayim Naruci dan Kairo Nayim Narusi.