Antisipasi Teror Bom, Petugas Pospam di Wonogiri Dibekali Senpi

Personel polisi berjaga di Pospam Krisak, Selogiri, Wonogiri, Selasa (4/6 - 2019). (Solopos/Rudi Hartono)
04 Juni 2019 23:30 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Polres Wonogiri meningkatkan pengamanan wilayah, objek vital, dan pos pengamanan (pospam) menyusul terjadinya bom bunuh diri kabupaten tetangga, yakni di depan Pospam Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/6/2019) malam.

Kabagops Polres Wonogiri, Kompol Agus Pamungkas, kepada solopos.com, Selasa (4/6/2019), mengaku sudah menginstruksikan seluruh personel yang bertugas untuk selalu waspada. Sebagai antisipasi, petugas pospam kini dibekali senjata api (senpi).

Pospam di Wonogiri ada di dekat Terminal Giri Adipura, Krisak, Singodutan, Selogiri; depan Pasar Kota Wonogiri; persimpangan Ngadirojo; persimpangan Jatisrono, persimpangan Purwantoro, persimpangan Baturetno, dan persimpangan Pracimantoro.

Selain itu tim lebih intensif berpatroli wilayah dengan fokus di objek vital, seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, pospam-pospam, dan lokasi keramaian lainnya. Patroli yang sebelumnya beberapa jam sekali ditingkatkan menjadi satu jam sekali.

Tim patroli terdiri atas personel polisi, Brimob, TNI, dan Satpol PP. Polres Wonogiri mendapat dukungan 10 personel Brimob Polda Jateng dan 30-40 personel TNI/hari dari Kodim 0728/Wonogiri selama Operasi Ketupat Candi.

Menurut Agus, hingga Selasa atau H-1 Lebaran kondisi Wonogiri aman. Dia mengklaim tidak terjadi tindak kriminalitas. Pantauan arus lalu lintas lancar meski ada peningkatan jumlah kendaraan yang masuk Wonogiri.

Selama arus mudik terjadi beberapa kecelakaan lalu lintas (lakalantas), hanya dia belum mendapat informasi lebih lanjut.

Pantauan solopos.com di Pospam Krisak, personel siaga di area dalam pos. Ada petugas yang membersihkan senjata. Selain polisi terdapat personel TNI yang turut siaga.