Terminal Tirtonadi Solo Percontohan Terminal Sehat, Apa Saja Indikatornya?

Rombongan pejabat Pemprov Jateng mengecek armada mudik Lebaran di Terminal Tirtonadi Solo, Kamis (31/5 - 2018). (Solopos/Farida Trisnaningtyas)
05 Juni 2019 09:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan Terminal Tipe A Tirtonadi Solo sebagai percontohan terminal sehat tingkat nasional. Keberadaan sejumlah fasilitas kesehatan seperti tempat cuci tangan atau wastafel di setiap rumah makan, ruang laktasi, dan perbaikan sanitasi menjadi indikator terminal sehat.

Kelengkapan fasilitas itulah yang membuatnya berjuluk terminal rasa bandara. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Djoko Sasono, mengatakan penetapan Tirtonadi sebagai percontohan terminal sehat ditandai pemasangan stiker pembinaan di salah satu warung makan di terminal tersebut.

“Dengan adanya percontohan terminal sehat ini diharapkan dapat memacu terminal lain di Indonesia untuk mendapatkan predikat tersebut. Standar kesehatan ini menjadi salah satu faktor penting. Pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan,” kata dia kepada wartawan di Terminal Tirtonadi, pekan lalu.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kirana Pritasari, mengatakan salah satu syarat terminal sehat yakni sarana dan prasarananya memadai. Mulai dari toilet, tempat cuci tangan, hingga pengelola makanan diberi edukasi mengenai syarat makanan sehat.

Pembinaan dilakukan dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Yogyakarta, serta bekerja sama dengan Bank Jateng, Bank Mandiri, dan Unilever.

Kirana mengatakan program ini penting mengingat tantangan ke depan di bidang kesehatan semakin besar. Kelengkapan kesehatan dan pelayanan seperti ruang laktasi untuk mendukung kenyamanan menyusui dan sarana sanitasi untuk mendukung implementasi lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat, mutlak dibutuhkan.

“Terminal sebagai tempat berkumpulnya pengunjung, penumpang, pengemudi, pengelola, dan pelaku usaha bisa menjalankan aktivitas dengan baik karena mereka tetap sehat," ungkapnya.