Rumah Warga Jagalan Solo Terbakar Saat Ditinggal Silaturahmi

Rumah warga RT 001/RW 015 Jagalan, Jebres, Heru Santosa, terbakar pada Rabu (5/6/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
05 Juni 2019 15:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rumah warga RT 001/RW 015 Jagalan, Jebres, Heru Santosa, terbakar saat ditinggal bersilaturahmi sesuai Salat Idulfitri, Rabu (5/6/2019) sekitar pukul 10.15 WIB.

Rumah yang juga digunakan sebagai tempat produksi martabak dan latengan itu terbakar 90 persen. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo, Gatot Sutanto, mengatakan saat api berkobar Heru dan keluarganya sedang tidak ada di rumah.

Mereka sedang bersilaturahmi di rumah orang tua. “Luas bangunan sekitar 150 meter persegi. Bangunan semi permanen gebyok dan gedek,” urai Gatot, Rabu.

Gatot menerangkan kebakaran di rumah Heru diduga karena korsleting listrik. Ada warga yang mengaku melihat kilatan/percikan api. “Perabot rumah tidak bisa diselamatkan. Kerugian materiil kami taksir Rp70 juta,” terang dia.

Gatot mengatakan dampak kebakaran di rumah Heru parah lantaran terlambat dilaporkan ke tim damkar sehingga saat tim damkar merespons dengan datang ke lokasi kejadian, api sudah terlanjur membesar.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dalam kondisi cuaca panas seperti sekarang ini. Bila akan bepergian rumah pastikan semua alat elektronik dicabut dari sumber listrik. Pencegahan lebih utama,” tegas dia.

Di sisi lain, kebakaran juga terjadi di rumah Sunarmin di Jl. Taruma Negara Utama RT 001/RW 006 Banyuanyar, Banjarsari, Solo, tepatnya di sebelah timur SMKN 9 Solo pada waktu hampir bersamaan. AC portable (duduk) terbakar dan api merembet ke lemari kayu.

Dinas Pemadam Kebakaran Solo mendapat laporan kebakaran pukul 09.25 WIB dan langsung mengirimkan tim ke lokasi kejadian. Sekitar pukul 09.42 WIB api berhasil dikendalikan. Beruntung api tak sampai menjalar ke bangunan rumah.

“Beruntung saat kejadian pemilik rumah ada sehingga kebakaran langsung diketahui dan api belum sampai membesar,” ujar Gatot Sutanto.

Dia menjelaskan api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik (korsleting) AC portable. Api yang berkobar lantas menyambar lemari kayu di dekatnya. “Kerugian materiil kami taksir hanya sekitar Rp5 juta,” sambung dia.

Tapi akibat kejadian itu istri Sunarmin mengalami shock dan harus ditenangkan di halaman masjid dekat rumahnya. “Tidak sampai pingsan atau histeris, hanya shock, lemas. Tadi sempat diamankan ke halaman masjid,” terang Gatot.