Pedagang Selongsongan Ketupat di Boyolali Kebanjiran Pembeli

Pedagang selongsong ketupat di pasar Suggingan Baru, Boyolali. (Solopos.com/Tamara Geraldine)
05 Juni 2019 08:30 WIB Tamara Geraldine Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Pedagang selongsong ketupat di Pasar Suggingan Baru, Boyolali, kebanjiran pembeli pada Lebaran 2019 ini. Omzet pedagang pun berlipat ganda karena permintaan selongsong ketupat meningkat.

Pada Selasa (4/5/2019), puluhan pedagang selongsong ketupat menggelar lapak di emperan kios Pasar Sunggingan Baru. Selain itu, banyak pula pedagang yang menganyam janur di sekitar tempat parkir.

Salah satu pedagang, Ponirah, mengaku berjualan sejak Minggu (2/6/2019). Pedagang berusia 44 tahun itu telah menyiapkan ratusan janur untuk dibuat ribuan selongsong ketupat. Saat musim sebelum Lebaran, dia bisa menjual hingga 500 selongsong ketupat. Satu ikat yang berisi sepuluh selongsong ketupat dijual seharga Rp10.000.

“Saya, membuat sampai 400 selongsong ketupat tiap hari. Paling laris hari ini saya bisa membuat 500an lebih selongsong ketupat,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di Pasar Sunggingan Baru, Selasa.

Menurutnya, meningkatnya permintaan selongsong ketupat itu biasa terjadi setelah Lebaran. Apalagi, dalam tradisi masyarakat Solo, ada perayaan Bakdan Ketupat yang biasa dilakukan di hari ke tujuh setelah Idulfitri. “Harusnya memang ramai saat bakdan ketupat. Tapi sejak hari Minggu saya mendapatkan banyak orderan selongsongan,” ujarnya.

Sementara, peningkatan penjualan selongsong ketupat juga dirasakan oleh pedagang lain, Purwanto. Dia menjual ketupat seharga Rp8.000/ikat. Untuk pembeli yang membeli dalam jumlah banyak, dia memberikan harga Rp7.000/ikat. “Hari ini tadi sudah lumayan ramai. Saya membuat selongsongan hingga 230 buah. Besok setelah lebaran mungkin lebih ramai lagi karena sudah Bakdam Ketupat,” ujarnya.

Sebelum di Pasar Sunggingan Baru, Purwanto juga berjualan selongsong ketupat di Pasar Mojosongo. “Saya tadi pagi juga jualan di Pasar Mojosongo. Tetapi istri saya menelpon saya untuk membantunya di Pasar Sunggingan Baru,” ujarnya.

Di sisi lain, karena banyaknya permintaan, pembeli pun kesulitan mencari selongsongan ketupat. Seperti yang dialami oleh salah satu warga Metuk, Boyolali, Sartini. Dia mengaku sudah mendatangi tiga pasar dan semua pedagang mengaku kehabisan stok.

“Susah sekali mencari selongsongan ketupat. Ini anak saya dari Bekasi datang. Dirinya meminta dibuatkan ketupat opor untuk menu lebaran,” ujarnya.