Ditinggal Mudik, Tempat Produksi Tahu di Klaten Terbakar

Warga dan pemilik rumah melihat kondisi ruang penggorengan tahu milik Suranto di Desa Karanganom, Klaten Utara, yang terbakar, Rabu (5/6/2019) siang. (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
05 Juni 2019 17:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Ruang penggorengan di rumah sekaligus tempat usaha produksi tahu di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, terbakar pada Rabu (5/6/2019) siang. Saat kejadian, pemilik rumah sekaligus tempat produksi tahu dan keluarganya dalam perjalanan mudik ke Sragen.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Ruang penggorengan tahu berada di belakang rumah pemilik usaha yang bernama Suranto.

Salah satu anak Suranto, Supriyanto, menjelaskan saat peristiwa terjadi hanya terdapat satu anggota keluarga dan seorang pekerja yang beristirahat di rumah. Sementara Supriyanto dan ayahnya bersama anggota keluarga lainnya dalam perjaIanan mudik ke wilayah Kecamatan Plupuh, Sragen.

Mereka berangkat seusai Salat Id sekitar pukul 09.00 WIB. "Ada tiga anggota keluarga yang ikut mudik. Perjalanan mampir dulu ke rumah paman di Palur, Karanganyar," kata Supriyanto saat ditemui Solopos.com, Rabu.

Belum sempat melanjutkan perjalanan ke Sragen, mereka mendapatkan kabar api melalap tempat usaha mereka. Mereka lantas bergegas kembali ke Klaten.

Tiba di Klaten, Supriyanto dan anggota keluarga lainnya sudah mendapati ruang penggorengan tahu beserta isinya hangus dilalap api. Supriyanto menjelaskan tak ada aktivitas produksi saat kebakaran terjadi.

Aktivitas penggorengan tahu biasa dilakukan setelah Zuhur. Sementara saat kejadian pintu yang menghubungkan rumah dan tempat produksi terkunci rapat.

Soal penyebab kebakaran, Supriyanto belum bisa memastikan. Diduga api berasal dari sisa bara api untuk penggorengan pada Selasa (4/6/2019) sore. Proses penggorengan dilakukan pada tungku menggunakan bahan bakar kayu serta serbuk gergaji.

“Kemungkinan dari sisa api [penggorengan] sore kemarin yang dikeluarkan dari tungku tetapi masih ada yang membara,” urai dia.

Akibat kebakaran tersebut, ruang penggorengan berukuran 5 meter x 10 meter beserta isinya hangus. Kerugian yang dialami pemilik usaha ditaksir Rp75 juta. Sementara itu, proses pemadaman api melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran, berlangsung sekitar satu jam.

“Api berhasil dilokalkan sehingga tidak sampai merembet ke rumah lainnya yang berdempetan. Diduga api berasal dari sisa bahan bakar penggorengan yang masih membara. Sementara di dalam ruangan banyak terdapat serbuk gergaji yang mudah terbakar,” kata salah satu petugas unit Pemadam Kebakaran Satpol PP Klaten, Edy Setyawan.