Hingga Hari H Lebaran, 62.135 Pemudik Tiba di Wonogiri

Warga melintas di Terminal Tipe A Giri Adipura, Krisak, Singodutan, Selogiri, Wonogiri, Rabu (5/6 - 2019). (Solopos.com/Rudi Hartono)
05 Juni 2019 19:45 WIB Rudi Hartono/Ginanjar Saputra Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Pemudik yang masuk Wonogiri melalui angkutan umum sejak H-7 Lebaran 2019 atau Rabu (29/5/2019) hingga hari H Lebaran 2019, Rabu (5/6/2019) pagi, mencapai 62.135 orang. Lebih dari separuhnya menumpang bus reguler, sedangkan sisanya memanfaatkan layanan mudik gratis.

Berdasarkan data yang didapatkan Solopos.com dari Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Giri Adipura, Krisak, Singodutan, Selogiri, Wonogiri, Rabu, jumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang datang ke terminal tersebut mencapai 2.484 unit hingga hari pukul 08.00 WIB dengan jumlah 62.135 penumpang.

Perinciannya, kedatangan bus reguler tercatat 1.767 unit dengan jumlah 38.429 penumpang. Sementara penumpang yang menggunakan layanan mudik gratis sebanyak 23.706 orang. Mereka diangkut menggunakan 717 bus.

Berdasarkan data harian, jumlah pemudik yang menggunakan bus reguler mulai turun pada Senin (3/6/2019) lalu. Sehari sebelumnya, bus reguler yang datang tercatat 371 unit dengan jumlah penumpang sebanyak 8.725 orang.

Pada Senin itu, bus yang datang turun menjadi 264 unit dengan jumlah penumpang sebanyak 5.543 orang. Pada hari berikutnya, jumlah bus yang datang turun lagi menjadi 166 unit dengan jumlah penumpang 3.208 orang. Saat hari H Lebaran hingga pukul 08.00 WIB, bus yang datang tercatat hanya 49 unit dengan jumlah penumpang 652 orang.

Puncak arus mudik dengan bus reguler di Wonogiri terjadi pada Jumat (31/5/2019) lalu. Pada hari, itu penumpang yang datang mencapai 9.223 orang dengan menumpangi 382 unit bus.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Giri Adipura, Agus Hasto Purwanto, menyampaikan mayoritas pemudik yang menggunakan bus reguler maupun layanan mudik gratis sampai di terminal pada malam hari. Menurutnya, pemudik pengguna layanan mudik gratis pada 2019 ini meningkat cukup banyak dibanding tahun lalu.

Sebagai gambaran, jumlah bus untuk mudik gratis dari H-8 hingga H+8 Lebaran 2018 tercatat ada 657 unit berisi 18.253 penumpang. Sementara, hingga hari H Lebaran 2019 saja, jumlah bus yang mengakut pemudik dalam program yang sama tercatat 717 unit bus dengan 23.706 penumpang.

Agus menyebut pemudik yang menggunakan bus mudik gratis merupakan sebab dari turunnya kemacetan lalu lintas arus mudik Lebaran 2019 ini. "Ini yang membuat arus mudik di jalan raya tetap lancar," kata Agus.

Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Dwi Erna Rustanti, menyampaikan hal senada. Menurutnya, layanan mudik gratis yang banyak digelar banyak pihak tahun ini menekan kepadatan kendaraan di jalan raya.

Salah satu indikatornya, yakni pola pengaturan traffic light atau lampu lalu lintas tetap normal seperti hari biasa. Kondisi itu terjadi sejak sebelum Lebaran.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di persimpangan kawasan kota yang diwaspadai Satlantas dan Dinas Perhubungan (Dishub), yakni Ponten, Klampisan, Wonokarto, Pokoh, arus lalu lintas di persimpangan tersebut masih normal. Oleh karena itu, pengaturan traffic light juga masih seperti biasanya.
Sebelumnya, Dishub berencana membuat traffic light menyala flash atau kedip-kedip warna kuning dan memberi median jalan jika arus lalu lintas sangat padat.