254 Napi Sragen Terima Remisi, Kecuali Napi Tipikor dan Teroris

Kepala LP Sragen, Yosep B. Yembise, memeluk salah satu napi yang mendapat remisi sekaligus dinyatakan bebas di kompleks LP Sragen, Rabu (5/6 - 2019). (Solopos/Moh Khodiq Duhri)
06 Juni 2019 01:00 WIB Moh Khodiq Duhri/Ginanjar Saputra Sragen Share :

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 254 narapidana (napi) di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen, Hwa Tengah (Jateng) menerima remisi hari raya. Dari 254 napi yang menerima remisi, tidak ada napi yang terjerat kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dan kasus terorisme.

Prosesi penyerahan remisi itu dilaksanakan di LP Sragen, Rabu (5/6/2019), pagi seusai pelaksanaan Salat Idulfitri 1440 H atau Lebaran 2019. Remisi itu diserahkan langsung Kepala LP Sragen, Yosep B. Yembise kepada 254 napi.

Dari 254 napi, terdapat dua napi yang mendapat remisi dua bulan, 21 napi dapat remisi satu bulan, 160 napi dapat remisi satu bulan, dan 69 napi dapat remisi 15 hari. Setelah mendapat remisi, terdapat dua napi yang langsung dinyatakan bebas. Keduanya adalah Yunus Maryono yang pernah terjerat kasus perjudian dan Suyatno yang pernah terjerat kasus pencurian.

"Dari 254 napi penerima remisi, 159 di antaranya merupakan napi yang terjerat pidana umum. Sementara sisanya 93 napi terjerat pidana khusus. Pidana khusus di sini itu rata-rata kasus narkoba. Tidak ada napi tipikor dan napi terorisme yang dapat remisi. Khusus napi tipikor harus bayar denda dulu soalnya," ujar Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, LP Kelas II A Sragen, Agung Hascahyo saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Kepala LP Sragen, Yosep B. Yembise, berpesan kepada napi yang dinyatakan bebas bisa menjadi duta kebaikan setelah kembali ke lingkungan masyarakat. "Saya berharap mereka bisa menjadi manusia mandiri, pahlawan kebersihan atau tokoh yang memerangi narkoba di lingkungan mereka. Selama masih menjadi warga binaan, mereka sudah menjadi pahlawan kebersihan yang bermanfaat bagi lingkungan. Beberapa tempat umum dan masjid sudah pernah dibersihkan dan dicat oleh warga binaan ini," ucap Yosep.