Kasus Lakalantas di Sragen Naik 4 Kali Lipat Pada Lebaran 2019

Kondisi bus Sindoro Satriamas tanpa penumpang yang terguling di ruas jalan tol Sragen-Solo di KM 525200 meter, tepatnya di kawasan Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (1/6 - 2019). (Istimewa/Satlantas Polres Sragen)
06 Juni 2019 13:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Polres Sragen mencatat terjadi kenaikan tajam jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama tujuh hari Operasi Ketupat Candi 2019. Jika pada operasi serupa tahun lalu hanya terjadi tujuh kasus lakalantas, tahun ini tercatat sudah terjadi 27 kasus kecelakaan.

Di sisi lain, Polres Sragen tidak mendapati kasus kejahatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada periode yang sama. Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, mengatakan tidak ada satu pun kasus kejahatan yang terjadi pada pekan pertama Operasi Ketupat Candi yang digelar dalam rangka mengamankan Lebaran 2019. 

Yimmy menyebut hal itu menjadi catatan baik bagi Polres Sragen mengingat pada pekan pertama Operasi Ketupat Candi 2018 lalu terdapat tujuh kasus kejahatan atau gangguan kamtibmas.

“Untuk penanggulangan gangguan kamtibmas sudah oke. Buktinya selama sepekan, nihil kasus. Tapi kasus kecelakaan pada pekan pertama Operasi Ketupat Candi 2019 ini meningkat tajam. Dulu [Operasi Ketupat Candi 2018] hanya ada tujuh kasus kecelakaan, sekarang naik drastis menjadi 27 kasus kecelakaan,” terang Yimmy Kurniawan saat ditemui Solopos.com seusai mengikuti Salat Id di Jl. Raya Sukowati Sragen, Rabu (5/6/2019).

Dari 27 kasus lakalantas itu, kata Yimmy, satu orang meninggal dunia. Dia adalah Wulandari, warga Kulon Progo, DIY, yang terjatuh dari sepeda motor setelah mendengar suara rem kendaraan. Setelah terjatuh, tubuhnya terlindas roda bus Sugeng Rahayu di kawasan Pilangsari pada Kamis (30/5/2019) lalu. 

Adanya satu korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan itu menjadi catatan buruk bagi Operasi Ketupat Candi 2019 karena hal serupa tidak terjadi pada tahun lalu. “Sehari setelahnya juga ada korban yang terjatuh dari sepeda motor di lokasi yang sama karena kondisi jalan kurang baik. Beruntung kendaraan di depannya masih sempat mengerem sehingga korban tidak terlindas roda,” jelas Yimmy.

Kawasan Pilangsari, kata Yimmy, mendapat perhatian khusus dari Polres Sragen selama berlangsungnya Operasi Ketupat Candi 2019. Sebelumnya, Polres Sragen tidak berniat mendirikan Pos Pengamanan (Pospam) Mudik Lebaran di Pilangsari. 

Namun, lantaran kerap terjadi kasus kecelakaan lalu lintas, Polres Sragen akhirnya mendirikan pos pengamanan tambahan di lokasi. Kasus kecelakaan lalu lintas terakhir yang terjadi di kawasan Pilangsari melibatkan bus Sugeng Rahayu dengan empat mobil pada Sabtu (1/6/2019) lalu. 

Kasus kecelakaan lalu lintas di pekan pertama Operasi Ketupat Candi 2019 itu rata-rata terjadi di jalan arteri. Kecelakaan tidak hanya terjadi di jalan protokol, tetapi juga jalan desa atau kelurahan yang relatif lebih kecil. 

“Di jalan tol relatif lebih aman. Justru di jalan protokol yang banyak ditemukan kasus kecelakaan. Mobilitas warga selama Lebaran biasanya cukup tinggi. Banyak yang pulang pergi ke suatu wilayah untuk bersilaturahmi. Saya mengimbau warga tetap tertib berlalu lintas dan berhati-hati di jalan supaya bisa selamat sampai tujuan,” kata Yimmy.