Gelar Tikar, Bupati Wonogiri Terima Tamu Open House Secara Lesehan

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (kanan), menerima tamu di rumah pribadinya di Brangkulon, Jaten, Selogiri, Wonogiri saat Lebaran, Rabu (5/6/2019) pagi. (Solopos - Rudi Hartono)
06 Juni 2019 16:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menggelar open house di rumah pribadinya di Brangkulon, Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, pada hari kedua Lebaran 2019, Kamis (6/6/2019) malam ini.

Acara digelar malam agar warga dapat menjalankan aktivitas Lebaran terlebih dahulu. Meski open house secara resmi baru dibuka nanti malam, tamu-tamu sudah berdatangan ke rumah pribadi Bupati yang akrab disapa Jekek itu sejak selesai Salat Idulfitri, Rabu (5/6/2019) pagi.

Jekek menggelar tikar di rumahnya yang cukup luas dan menerima tamu secara lesehan. Pengamatan Solopos.com, Rabu, seusai Salat Id di Lapangan Desa Pule, Selogiri, Wonogiri, Jekek kembali rumah sambil melayani warga yang ingin bersalaman di sepanjang perjalanan. 

Sesaat setelah sampai rumah joglonya, tamu berdatangan. Jekek dan istrinya, Verawati, mempersilakan tamu menyantap sarapan pecel gendar dan lontong opor yang disediakan di ruang belakang. Tak sedikit tamu yang menyantapnya. Tamu datang silih berganti dari anak-anak hingga orang tua.

Tamu yang tidak makan dipersilakan duduk di lantai beralas tikar. Bupati mempersilakan mereka menikmati hidangan yang disajikan, berbagai macam biskuit, air kemasan gelas, dan makanan ringan lainnya. 

Di ruang tengah itu Jekek melayani satu per satu tamu yang meminta bersalaman dan bermaaf-maafan. Seusai menjalani tradisi itu dia berbincang akrab dengan mereka. Hal itu dia lakukan setiap ada tamu datang. 

Jekek juga menjalani tradisi bagi-bagi uang fitrah kepada anak-anak. “Kemarin [Rabu] tamu datang sampai malam,” kata Bupati saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Kamis.

Pada Lebaran hari kedua ini dia memiliki cukup banyak waktu luang, karena open house dimulai malam. Tak seperti keluarga lainnya yang menghabiskan waktu untuk bertamasya, Jekek lebih memilih mengecek rumah dinas dan kembali ke rumah lalu membaca buku.