Museum Sangiran Targetkan 12.000 Pengunjung

Antrean pengunjung terlihat di pintu masuk Museum Purbakala Sangiran Klaster Krikilan di Kalijambe, Sragen, pada H1 Lebarab, Kamis (6/6 - 2019). (Solopos.com/Moh. Khodiq Duhri)
07 Juni 2019 15:30 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN - Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran menargetkan jumlah pengunjung objek wisata Museum Purbakala Sangiran mencapai 12.000 selama momen Lebaran 2019.

Pada H+1 Lebaran, Kamis (6/6/2019), ribuan pengunjung berdatangan ke Museum Purbakala Sangiran Klaster Krikilan. Pantauan Solopos.com di lokasi, puluhan pengunjung mengantre di pintu masuk objek wisata edukasi yang dikelola BPSMP Sangiran ini.

pengunjung cukup merogoh kocek Rp8.000/orang untuk dapat melihat fosil flora fauna hingga fosil manusia purba yang tersimpan dalam museum. Pengunjung bisa mengamati langsung temuan fosil yang tersimpan dalam etalase dari jarak dekat. Koleksi fosil itu terbagi dalam tiga ruang pameran. Sebagian pengunjung mengabadikan kesempatan itu dengan berfoto selfie.

“Sebenarnya rumah kami tidak terlalu jauh dari sini yakni di Sumberlawang. Tapi, selama ini kami belum pernah berkunjung ke sini karena domisili kami ada di Lampung. Sekarang mumpung lagi mudik, saya ajak keluarga main ke sini,” ujar Sukron, 49, warga Sumberlawang, saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Sejumlah inovasi sudah dilakukan BPSMP Sangiran dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada libur Lebaran. BPSMP Sangiran telah menambah sejumlah diorama di Ruang Pameran II. Diorama merupakan sejenis miniatur benda berbentuk tiga dimensi yang menggambarkan suatu pemandangan atau adegan tertentu.

Di Ruang Pameran II terdapat diorama yang menggambarkan perburuan binatang oleh manusia purba dan proses ekskavasi atau penggalian benda purbakala oleh tim arkeolog. Penambahan diorama itu akan membuat tampilan di Ruang Pameran II lebih menarik dan informatif.

BPSMP Sangiran juga merenovasi ruang audio visual untuk pemutaran film. Selain mengunjungi Museum Purbakala Klaster Krikilan, pengunjung diharapkan juga menyambangi Klaster Ngebung, Bukuran dan Manyarejo.

“Museum merupakan objek wisata dengan peminat khusus. Peminat museum itu terbatas yakni masyarakat yang benar-benar ingin menambah ilmu pengetahuan. Pada liburan Lebaran kali ini, wisawatan yang berkunjung terbatas pada rombongan-rombongan kecil yang masih satu keluarga. Jadi, target kunjungan 12.000 wisatawan selama momen Lebaran itu sudah menjadi angka yang besar,” terang Kepala BPSMP Sangiran, M. Hidayat.

Hidayat berharap target kunjungan 12.000 wisatawan itu dapat tercapai pada libur Lebaran kali ini. Diperkirakan puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Sabtu (8/6/2019). Menurutnya, Museum Purbakala Sangiran sudah semakin dikenal di dalam negeri sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu rujukan wisatawan.

“Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud sudah bekerja keras dalam menyosialisasikan supaya masyarakat berkunjung ke museum dan tempat penyimpanan benda cagar budaya selama liburan,” ujarnya.