Banyak Spot Foto Menarik, Plaza Balai Kota Solo Jadi Tempat Wisata

Sejumlah pengunjung berfoto di dekat patung tokoh wayang orang di Plaza Balai Kota Solo, Jumat (7/6/2019). (Solopos - Mariyana Ricky P.D.)
08 Juni 2019 14:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Plaza Balai Kota Solo belakangan ini ramai dikunjungi warga layaknya tempat wisata. Hal itu dikarenakan banyaknya spot foto menarik di kompleks pemerintahan Kota Solo itu.

Salah satu objek yang menjadi spot foto favorit warga adalah delapan patung wayang orang. Salah satu pengunjung, Ana Rahmayani, 40, yang mengajak putri dan keponakannya singgah, mengatakan patung-patung itu bukan sekadar pemanis plaza, tapi juga sarana edukasi.

“Saya sering lewat di depan Balai Kota. Tahu ada patung sejak beberapa hari lalu. Kebetulan pas anak-anak libur, saya ajak ke sini. Mereka bisa melihat tokoh-tokoh wayang. Siapa itu Punakawan, Anoman, Gatotkaca, Kresna, dan sebagainya. Jadi kehadiran patung bukan untuk selfie-selfie saja. Anak saya juga bisa belajar meneladani sifat baik mereka,” kata dia, Jumat (7/6/2019).

Berdasarkan pantauan Solopos.com, delapan patung tersebut tersebar di Plaza Balai Kota Solo, tepatnya di sekitar pohon beringin dan titik yang semula pagar. Empat patung Punakawan diletakkan berjajar ke barat di dekat pohon beringin sebelah selatan.

Sisanya, berderet sampai ke pintu keluar sebelah utara. Saat malam hari, masing-masing patung menyala terang berkat sorot oleh empat lampu. Kepala Bagian Umum Setda Solo, Agus Santoso, mengatakan patung tersebut sengaja diletakkan di Plaza Balai Kota untuk memeriahkan suasana.

“Seperti perintah Pak Wali [Wali Kota, F.X. Hadi Rudyatmo], sekarang Balai Kota saat malam hari ‘kan ramai. Patung-patung itu diletakkan di sana agar lebih ramai. Ada daya tariknya juga. Letaknya patung juga perintah Pak Wali. Kami pasang pagi-pagi. Patung baru, bukan bekas Imlek dulu,” kata dia.

Agus menyebut pemilihan patung wayang sebagai ikon Plaza Balai Kota sejalan dengan napas Solo sebagai Kota Budaya. Ia berharap masyarakat tak melupakan seni pertunjukan asli Indonesia tersebut.

“Kebetulan pemasangan patung wayang orang itu berdekatan dengan event Sinta Obong di Benteng Vastenburg, berdekatan pula dengan momen Lebaran. Masyarakat bisa berkunjung sekaligus belajar,” kata dia.