Ramadan Tahun Depan, Warga Solo Sudah Bisa Tarawih di Masjid Sriwedari

Proyek Masjid Taman Sriwedari Solo (Instagram/skyscrappercitysolo)
08 Juni 2019 21:30 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Masjid Taman Sriwedari Solo yang mulai dibangun pada Juni 2018 lalu ditargetkan rampung sebelum Ramadan 2020. Jika target itu terwujud, umat Islam Solo bakal bisa Salat Tarawih dan mungkin Salat Idulfitri di masjid tersebut.

Hingga Lebaran 2019 pembangunan masjid yang membutuhkan anggaran hingga Rp165 miliar itu sudah digarap 36 persen. Penjelasan itu disampaikan Wakil Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari, M. Farid Sunarto, Kamis (6/6/2019).

“Tidak ada pembangunan masjid yang tidak selesai. Insyaallah selesai. Saat ini progres pembangunan sudah sekitar 36 persen, masih on schedule. Mudah-mudahan Ramadan tahun depan sudah bisa digunakan umat Islam beribadah,” ujar dia.

Farid menjelaskan saat ini pembangunan konstruksi baja dan menara setinggi 104,4 meter sudah mencapai 100 persen. Menara tinggal membuat konstruksi bangunan “rumah-rumahan” yang nantinya bisa digunakan melihat Solo dari ketinggian.

“Jadi ketinggian total menaranya nanti setelah ada semacam rumah dan atapnya 114 meter, seperti jumlah surat dalam Alquran. Fungsi menara ini nanti lebih ke wisata. Nanti yang mengelola dan memanfaatkannya dari pengelola masjid,” kata dia.

Dari segi desain, menurut Farid, Masjid Taman Sriwedari sangat menarik. Konsep desainnya bangunan masjid tradisional dipadukan dengan arsitektur modern. Selain itu fungsi masjid ini optimal karena bisa digunakan hingga 17.000 orang jemaah.

“Bangunan utama masjidnya memang hanya 42 meter x 42 meter. Tapi di area sekitar masjid banyak area terbuka yang bisa digunakan untuk salat berjamaah seperti Salat Idulfitri atau Iduladha. Hamparan ruang terbuka itu bisa untuk salat,” tutur dia.

Farid menerangkan kebutuhan total anggaran pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo mencapai Rp165 miliar. Tapi belum semua dana yang dibutuhkan untuk pembangunan itu terkumpul. Ada beberapa CSR BUMN yang berupa kesanggupan.

Selain itu panitia masih terus menggalang sumbangan dari masyarakat yang nilainya mencapai Rp5 miliar. “Ada beberapa CSR BUMN yang berupa kesanggupan. Tapi sedang terus kami galang agar segera mencapai 100 persen kebutuhan,” sambung dia.

Sejauh ini dengan progres 36 persen, anggaran yang terpakai untuk pembangunan masjid mencapai Rp65 miliar. “Berapa pun dana yang ada kami kelola dengan transparan karena seluruh panitia tidak dibayar atau digaji,” aku dia.