Warung Ayam Bakar Mbah Karto Tembel Sukoharjo Tambah Stok

Sejumlah pengungung mengantre saat hendak membayar di kasir di Rumah Makan Mbah Karto Tembel, Senin (3/6 - 2019). (Solopos/Bony Eko W.)
08 Juni 2019 06:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO–Sejumlah warung makan atau restoran legendaris menambah stok bahan baku hingga dua kali lipat guna mengantisipasi lonjakan pengunjung saat libur Lebaran. Para kaum boro bakal menyerbu restoran legendaris saat mudik ke kampung halaman.

Di Sukoharjo, ada beberapa restoran legendaries yang menjadi lokasi terfavorit para pemudik untuk berkumpul dengan keluarga saat di kampung halaman. Salah satu restoran legendaris itu yakni Warung Makan Ayam Goreng Mbah Karto Tembel. Warung makan ini merupakan salah satu lokasi wisata paling diburu para pemudik.

Rumah makan ini menjadi langganan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak menjabat sebagai Walikota Solo hingga sekarang. Kali terakhir, Presiden Jokowi mampir untuk menyantap menu ayam goreng dan sambal blondo pada 1 Mei saat peringatan Hari Buruh Internasional.

Saat libur Lebaran, jumlah pengunjung melonjak tajam dibanding hari biasa. Biasanya, masyarakat berbuka puasa bersama di warung makan ayam goreng itu. “Kami menambah 400 ekor ayam per hari mulai H-5 Lebaran hingga H-1 Lebaran. Para pengunjung saat siang hari tak sebanyak kala buka puasa,” kata pemilik Warung Makan Mbah Karto Tembel, Sri Sukarni, saat berbincang dengan wartawan, Senin (3/6/2019).

Pada hari biasa, warung makan ini menghabiskan 300 ekor ayam potong untuk memenuhi permintaan pengunjung maupun pesanan instansi pemerintah dan swasta. Lonjakan pengunjung terjadi saat sore hari-malam hari selama Bulan Puasa.

Pada libur Lebaran 2018, Sri juga menambah stok ayam potong pada beberapa hari menjelang Lebaran. “Warung makan libur Lebaran selama sepekan. Sejatinya, saya ingin membuka warung namun tidak ada yang membantu lantaran para karyawan libur,” papar dia.

Sri memprediksi membeludaknya pengunjung yang ingin menikmati ayam goreng hingga sepekan setelah Lebaran. Sebagian para pemudik mengambil cuti panjang setelah libur Lebaran.

Pernyataan senada diungkapkan pengelola warung makan legendaris lainnya Pecel Mbotho di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari. Kendati hanya warung makan sederhana namun nama Pecel Mbotho sudah tersohor hingga luar daerah. Para pemudik ingin bernostalgia mencicipi gurih bercampur pedas sambal kacang pecel.

Dalam sehari, warung pecel yang terletak di jalur Sukoharjo-Mulur ini bisa menghabiskan lebih dari 30 kilogram (kg) beras. “Kalau saat libur Lebaran, stok beras dan sambal kacang ditambah dua kali lipat. Banyak pemudik yang mampir untuk bernostalgia dengan rasa pedas pecel,” kata Lilik, pengelola Pecel Mbotho.