Tembakan Misterius di Atap Rumah Warga Manyaran Wonogiri Dari Pemburu?

Kondisi genting rumah warga Bulu RT 005/RW 004, Punduhsari, Manyaran, Wonogiri, yang terkena tembakan misterius, Senin (3/6/2019). (Istimewa - Humas Polres Wonogiri)
08 Juni 2019 07:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Peluru misterius yang mengenai genting atap rumah warga Bulu RT 005/RW 004, Punduhsari, Manyaran, Wonogiri, Tumiyem, 70, Senin (3/6/2019) malam, diduga ditembakkan oleh pemburu.

Tembakan itu ditandai dengan suara keras saat penghuni rumah bersiap santap sahur, Senin (3/6/2019) pukul 03.15 WIB. Sekitar dua jam kemudian, satu butir proyektil ditemukan tergeletak di dalam rumah. 

Proyektil itu diduga adalah peluru senjata api (senpi) laras panjang. Hingga Jumat (7/6/2019), penyelidikan masih belum menemukan titik terang. Polisi menduga proyektil tersebut peluru yang ditembakkan orang saat berburu hewan liar di hutan.

Kapolsek Manyaran, Iptu Abu Bakar Sidiq, kepada Solopos.com, Jumat, mengatakan masih menunggu hasil uji proyektil di laboratorium forensik untuk mengetahui proyektil itu dari peluru senjara laras pendek atau laras panjang. 

Kepastian jenis proyektil sangat penting sebagai modal penyelidikan lebih lanjut. Berdasar olah tempat kejadian perkara (TKP), kecil kemungkinan senjata ditembakkan dari jarak dekat. 

Dari penyelidikan awal, di sekitar rumah tidak ada warga yang berprofesi sebagai polisi atau TNI. Selain itu warga dan perantau yang telah sampai kampung halaman tidak ada yang memiliki senpi. Selain itu kawasan permukiman warga Bulu tidak ada lapangan tembak sehingga kemungkinan kecil ada orang yang berlatih menembak.

Atas hal itu Kapolsek menduga peluru ditembakkan dari jarak jauh. Ada kemungkinan saat itu ada orang berburu di hutan atau perbukitan yang letaknya jauh dari lokasi ditemukannya proyektil. 

Menurut warga, di hutan terdapat binatang liar, seperti babi hutan atau celeng dan hewan sejenis kijang. “Ada kemungkinan juga peluru ditembakkan dari bawah dengan arah agak ke atas. Dengan begitu peluru meluncurnya semakin ke atas sampai suatu ketika mengenai genting rumah warga. Peluru tidak mengenai genting rumah warga lainnya karena jarah antarrumah warga berjauhan. Kami akan terus menyelidiki,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat, proyektil yang ditemukan di rumah Tumiyem berupa logam berbentul oval berukuran kecil dengan ujung tumpul berwarna kuning keemasan. Rumah Tumiyem dihuni empat orang, termasuk dirinya.