Arus Balik, Lalu Lintas di Boyolali Lancar Berkat Jalur Alternatif

Kendaraan melintas di kawasan jembatan Grawah, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Minggu (9/6 - 2019). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
09 Juni 2019 19:20 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada H+4 Lebaran atau Minggu (9/6/2019), terpantau relatif lancar. Pada arus balik ini kendaraan melintas di ruas jalan Boyolali tidak mengalami penumpukan yang menyebabkan kemacetan.

Berdasarkan pantauan solopos.com, arus kendaraan yang keluar-masuk pintu tol Boyolali di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, relatif lancar. Antrean kendaraan hanya terjadi pada saat lampu bangjo di titik pertemuan jalan pintu tol dengan jalan Mojosongo-Tlatar menyala merah.

Perwira Polres Boyolali di Pos Pantau Pintu Tol Boyolali, Iptu Sutoyo, mengatakan pada saat lampu hijau menyala, antrean kendaraan khususnya yang akan masuk ke pintu tol langsung habis.

“Hari ini lalu lintas lancar. Hanya ada antrean kendaraan pada saat lampu merah, khususnya kendaraan dari arah selatan yang akan masuk tol. Tapi kalau lampu menyala hijau sudah bisa langsung habis. Lalu lintas dari arah lain lancar,” ujarnya saat ditemui solopos.com di pos pantau tersebut.

Sementara itu, arus lalu lintas pertigaan Wika Mojosongo yang merupakan pertemuan jalur pintu tol Boyolali dengan Jalan Solo-Semarang terjadi antrean kendaraan yang tak terlalu panjang, khususnya dari arah utara (keluar tol).

Di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) arus lalu lintas terpantau lancar. Hanya di kawasan Pasar Cepogo arus lalu lintas sesekali tersendat akibat adanya aktivitas warga yang hilir mudik, serta bus berhenti menurunkan dan menaikkan penumpang.

Di Jembatan Grawah yang berada sekitar 1 km di sebelah barat laut Pasar Cepogo, arus lalu lintas dari kedua arah berjalan lancar. 

Sementara itu, pantauan solopos.com di kawasan jembatan Bakalan di Jalan Solo-Semarang wilayah Kecamatan Ampel, arus lalu lintas juga lancar. 

Kasatlantas Polres Boyolali AKP Febriyani Aer mengatakan arus lalu lintas di jembatan Bakalan yang lancar akibat berkurangnya kendaraan yang melintas.

“Tahun ini pemudik via jalur darat lebih banyak, tetapi terbantu jalur-jalur baru seperti jalan tol dan jalur-jalur alternatif. Sehingga ini dapat memecah arus,” ujarnya.