Hari Pertama Kerja, 20 ASN Solo Absen

Ilustrasi PNS (Istimewa/Setkab.go.id)
10 Juni 2019 19:25 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 284 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak hadir pada hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran, Senin (10/6/2019). Dari jumlah itu, 20 di antaranya tidak absen sidik jari atau tanpa keterangan. Sementara, 244 ASN tidak masuk untuk mengganti cuti dan libur lebaran serta 20 lainnya dalam konfirmasi atau izin.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Solo, Rahmat Sutomo, mengurai total jumlah ASN non guru mencapai 3.775 pegawai. “Yang masuk dan absen sidik jari 3.491 orang. Tugas piket lebaran ada 244 orang, dalam konfirmasi (izin) 20 orang. Yang tidak absen sidik jari (tanpa keterangan) 20 pegawai,” kata dia, kepada wartawan, Senin.

Rahmat mengatakan pegawai yang tidak absen sidik jari itu tersebar di 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pihaknya akan melakukan klarifikasi lebih lanjut terkait ketidakhadiran mereka. “Yang 20 izin itu di antaranya cuti jadi manten dan cuti alasan penting. Ini langsung kami tinjau ke OPDnya masing-masing,” ungkap Rahmat.

Sementara, Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo meminta ASN memiliki kesadaran sebagai abdi negara. Pihaknya juga tak ingin melakukan inspeksi mendadak (sidak) kehadiran. “ASN itu terikat aturan, dan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Sehingga tidak perlu ada sidak. Disidak-sidak koyo cah cilik wae [seperti anak kecil saja],” ujarnya.

Rudy, sapaan akrabnya, menilai tidak banyak ASN yang membolos, kecuali memiliki alasan yang dibenarkan, seperti sakit. Ihwal pemotongan tunjangan, ia memastikan tidak akan melakukannya. Sebab, hal itu dinilai bukan solusi terbaik. Menurutnya, nilai potongan yang tidak besar tak akan memberikan efek jera.

“Ya sanksi administratif sesuai perundang-undangan saja, seperti yang disampaikan Pak Menpan. Kalau potong tunjangan itu berapa, kecil itu dampaknya,” ucap Rudy.