TPS Mobile Tak Jalan, Sampah di Solo Menumpuk

Petugas kebersihan kelurahan didampingi teknisi mengoperasikan gerobak motor seusai diserahkan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, di halaman Balai Kota Solo, Senin (10/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
10 Juni 2019 22:25 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sejumlah warga mengeluhkan tak beroperasinya tempat pembuangan sampah (TPS) mobile selama libur Lebaran kemarin. Sampah yang dihasilkan warga pada momen tersebut tak diambil sehingga menumpuk di depan rumah masing-masing.

Salah seorang warga di lingkungan perumahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Yono, mengaku kali terakhir petugas mengumpulkan sampah sebelum hari Lebaran. “Sebenarnya ini bukan kali pertama. Pada hari biasa, petugas TPS mobile mengambil sampah di sekitar kompleks kami, dua hari sekali," kata dia, kepada Solopos.com, Senin (10/6/2019).

"Enggak pernah setiap hari diambil. Pernah juga sepekan baru diambil dengan alasan sedang sakit,” imbuhnya. Praktis, hingga Senin ini, sampah di lingkungan permukimannya tak diambil selama lima hari.

Keluhan senada disampaikan, Afina, warga Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan. “Petugas TPS mobile di kelurahan saya libur sejak sebelum lebaran sampai Minggu. Akibatnya sampah menumpuk. Untung Senin pagi, mereka sudah mulai jalan lagi. Volume sampah lebaran lebih banyak, tapi petugasnya libur. Sampah yang menumpuk enggak sehat bagi lingkungan,” ucap dia.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo melarang petugas TPS mobile untuk mengetem atau berhenti terlalu lama di satu titik. Alasannya, hal tersebut memunculkan kesan kumuh di tengah permukiman warga.

Rudy, sapaan akrabnya, juga meminta agar petugas mengumpulkan sampah setiap hari. Ia mewajibkan seluruh petugas sampah untuk absen sidik jari menyusul peningkatan kesejahteraan, jaminan kesehatan, dan jaminan ketenagakerjaan.

Selain itu, petugas sampah dilarang merangkap pekerjaan atau memiliki sampingan saat jam operasional. Jika dirinci, setiap RW memiliki satu petugas sampah, kemudian satu kelurahan memiliki empat mobil tempat pembuangan sampah sementara (TPS) mobile yang dioperasikan delapan petugas.

Seluruhnya memiliki hak sama dan berkewajiban merampungkan target pengambilan sampah. “Setiap hari harus ambil sampah! Enggak boleh ada yang terlewat,” ucapnya, belum lama ini.