PKL Jl. Bali Klaten Galau Jelang Deadline Pindah ke Pasar Buah Sungkur

Pengendara melintas di Jl. Bali Klaten, Minggu (9/6 - 2019). (Solopos/Ponco Suseno)
10 Juni 2019 17:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Menjelang jadwal deadline relokasi ke Pasar Buah Sungkur Klaten, Sabtu (15/6/2019), sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jl. Bali dilanda kegalauan. PKL masih bertahan di Jl. Bali karena menilai fasilitas di Pasar Buah Sungkur belum memadai. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun solopos.com, puluhan PKL di Jl. Bali Klaten diwajibkan pindah ke Pasar Buah Sungkur paling lambat Sabtu depan. Hal itu sesuai kesepakatan antara PKL dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Klaten beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, jarak Jl. Bali Klaten dengan Pasar Buah Sungkur kurang lebih 1,5 kilometer. Relokasi para PKL itu menjadi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menata kawasan Jl. Bali sebagai sentra kuliner di waktu mendatang. 

“Kami ini masih bingung. Di satu sisi harus segera pindah sebelum pertengahan Juni ini. Di sisi lain, lokasi di sana [Pasar Buah Sungkur] belum memadai. Sesuai hasil undian, saya akan menempati kios darurat di depan Pasar Buah Sungkur terlebih dahulu," kata salah satu penjual kacamata di Jl. Bali Klaten, Teguh Haryono, 65, saat ditemui solopos.com, di kiosnya, Minggu (9/6/2019). 

Teguh Haryono mengaku sudah menempati kios di Jl. Bali Klaten bertahun-tahun. Pria asal Kecamatan Wedi ini sudah legawa harus direlokasi ke Pasar Buah Sungkur kendati kios barunya di Pasar Buah Sungkur lebih kecil dibandingkan dibandingkan di Jl. Bali Klaten. 

“Saya pribadi sudah setuju dengan rencana pemindahan itu. Tapi di saat mendekati batas akhir, saya kebingungan ingin membangun kios darurat di sana. Saya merupakan salah satu pedagang yang belum memperoleh jatah kios permanen. Saya berharap begitu pindah dari sini, langsung bisa menempati kios di sana. Jangan di sini pindah, lokasi di sana belum siap. Ini akan menyulitkan saya,” katanya. 

PKL di Jl. Bali lainnya, Marni, 52. mengaku belum memikirkan kapan pindah ke Pasar Buah Sungkur. Selain belum deadline, penjahit pakaian itu juga belum menyiapkan sarana dan prasarana pendukung yang layak di Pasar Buah Sungkur. 

“Saya akan menempati kios di bagian belakang. Lokasinya di dekat toilet. Kondisi kiosnya memang masih terbuka atau belum ada pintu. Kalau saya pindah ke sana, saya juga bingung menaruh barang-barangnya. Lokasi di belakang itu juga gelap. Saya berharap di bagian atapnya dibuka atau diberi atap transparan biar lebih terang,” katanya. 

Sebelumnya, Kepala Disdagkop dan UKM Klaten, Bambang Sigit Nugroho, mengatakan PKL di Jl. Bali Klaten yang akan direlokasi ke Pasar Buah Sungkur mencapai 72 orang. 

“Undian lokasi sudah dilakukan. Para PKL juga sudah mengetahui batas akhir itu. Harapan kami, mereka sudah pindah maksimal pertengahan Juni nanti ,” katanya.

Lantaran jumlah kios permanen di Pasar Buah Sungkur mencapai 48 kios, Disdagkop dan UKM Klaten akan membangun kios/lapak darurat sembari menambah bangunan kios di kompleks Pasar Buah Sungkur.