Usai Lebaran, Puskesmas Sukoharjo Kebanjiran Pasien ISPA Dan Diare

Ilustrasi sakit (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
11 Juni 2019 10:45 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO - Puskesmas di Kabupaten Sukoharjo kebanjiran pasien yang menderita gangguan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) serta diare pasca-Lebaran ini.

Pasien rata-rata mengeluhkan gangguan pencernaan karena pola makan tidak teratur dan tak sehat. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati menyebutkan rata-rata pasien yang berobat ke Puskesmas selama libur Lebaran mencapai puluhan orang per hari.

Pasien tak hanya warga setempat, namun juga pemudik yang tengah mudik di Kabupaten Makmur. Hampir sebagian besar penyakit yang dikeluhkan masalah gangguan pencernaan dan ISPA yang dialami penderita usia dewasa.

“Ada juga anak-anak. Tapi prosentasenya kecil dibandingkan pasien dewasa,” kata dia, Senin (10/9/2019).

Dia mengatakan pasien kebanyakan mengeluhkan gangguan pencernaan karena adaptasi dari Puasa ke Lebaran. Di mana mereka langsung makan makanan yang serba santan dan sebagainya, sehingga mengalami gangguan pencernaan atau diare. “Nek bahasa jawane njeglek bar puasa terus lebaran,” ucapnya.

Selain itu, pasien yang mengalami gangguan ISPA. Dia mengaku jumlah kasus ini semakin meningkat seiring daya tahan tubuh pasien lemah setelah bepergian ke luar kota selama Lebaran. Hampir 50% dari pasien yang berobat ke Puskesmas mengeluhkan gangguan ISPA tersebut.

“Jumlahnya lumayan banyak. 50% lah dari yang berobat ke sini. Stok obat sampai sekarang masih banyak,” kata dia.

Fenomena merebaknya diare dan ISPA terjadi setelah masyarakat mengakhiri masa puasa dan kembali mengkonsumsi makanan secara normal. Namun terkadang masyarakat kurang selektif dan tak memperhatikan kebersihan makanan. Selain itu penyakit diare diderita pasien disebabkan karena efek berlebihnya kadar kolesterol.

“Saat Lebaran, berbagai macam hidangan tersedia. Jika masyarakat kurang mengontrol makanan yang dikonsumsi maka potensi penyakit pun muncul. Tidak hanya ISPA dan diare, tapi juga kolesterol dan hipertensi juga banyak,” katanya.

Dia mengimbau kepada warga untuk lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Penyakit diare biasanya dipicu oleh makanan berlemak, makanan pedas dan minuman soda. Menurutnya, pola makan yang tidak terkontrol berpengaruh pada gangguan organ pencernaan. Hal inilah yang harus diwaspadai. “Selama Lebaran seluruh Puskesmas sudah kami siagakan,” tuturnya.

Tak hanya Puskemas yang banjir pasien, posko kesehatan juga menangani pasien kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran. Posko kesehatan yang menerima pasien lakalantas terbanyak berada di wilayah Sanggung. Rata-rata pasien tersebut mengalami luka ringan dari lecet hingga patah tulang.

"Banyak pasien kecelakaan lalu lintas yang penanganan pertama dilakukan di posko kesehatan dan kemudian di rujuk ke rumah sakit terdekat," katanya.