Hari Pertama Masuk Kerja, 4 ASN Boyolali Bolos Tanpa Keterangan

Bupati Boyolali Seno Samodro didampingi Wakil Bupati M.Said Hidayat dan Sekda Masruri bersalaman dengan ASN Boyolali saat open house di Pendapa Gede kompleks Alun-Alun Kidul Boyolali, Senin (10/6 - 2019). (Istimewa)
11 Juni 2019 05:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Sebanyak 15 aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Boyolali tak masuk kerja pada hari pertama kerja pascalibur Lebaran, Senin (10/6/2016).

Empat ASN di antaranya bolos tanpa keterangan. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Boyolali, Agus Santoso, mengatakan berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan bersama Inspektorat, ke-15 ASN yang tidak masuk tersebut terdiri atas enam orang berketerangan sakit, dua orang cuti tahunan, satu orang cuti besar, dua orang cuti melahirkan, dan 4 orang tanpa keterangan atau membolos.

Kepada ASN yang membolos tersebut, pihaknya akan memberikan sanksi. “Kami berikan sanksi sesuai pelanggarannya dan pembinaan secara berjenjang, serta akan kami pantau,” ujarnya tanpa merinci asal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing ASN bersangkutan.

Inspeksi dilakukan ke OPD untuk mengecek tingkat kehadiran para abdi negara tersebut, mulai dari OPD di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), badan, dinas hingga pemerintah kecamatan di semua wilayah Boyolali.

Hasil inspeksi selanjutnya dilaporkan kepada Sekda dan Bupati Boyolali.

Dia mengatakan sudah semestinya para ASN kembali masuk kerja sesuai ketentuan. Seusai libur Lebaran, mereka harus kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal. Mereka juga harus kembali bekerja sesuai tupoksi masing-masing.

9 Tim Gabungan

Kepala Bidang Penataan dan Pengembangan Karier pada BKP2D Boyolali, Dono Fembriarto, menambahkan ada sembilan tim gabungan yang melakukan inspeksi pada hari perdana masuk kerja tersebut.

“Hari ini kami agendanya mengecek kehadiran dari setiap ASN agar fungsi OPD berjalan seperti biasa hari ini. Ini ada sembilan tim. Kami melakukan inspeksi mulai dari Badan, Dinas, Setda, semua rata hingga Kecamatan Juwangi. Ada 22 kecamatan semua kami kunjungi,” imbuh dia.