Musim Kemarau, Pemkab Sukoharjo Minta Warga Waspadai Kebakaran

Warga menyelamatkan surat berharga di reruntuhan bangunan rumah pascakebakaran di Perum Dosen UNS, Griyan Baru, Baturan, Colomadu, Karanganyar, Selasa (11/6 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
12 Juni 2019 13:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Ancaman kebakaran semakin mengintai memasuki musim kemarau ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mencatat sepanjang Januari hingga kini angka kasus kebakaran mencapai 32 kasus.

Kebakaran didominasi karena hubungan arus pendek dan human error. Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan bencana kebakaran semakin diwaspadai terutama di daerah padat penduduk dan lahan kosong. Di antaranya permukiman padat di wilayah Kartasura, Grogol, Mojolaban, Gatak, Baki, Sukoharjo.

"Kasus kebakaran banyak terjadi di lingkungan padat penduduk dan lahan kosong," katanya, Selasa (11/6/2019).

Musibah kebakaran yang melanda di dua lokasi pada hari sama di Kabupaten Sukoharjo pada Senin (10/6/2019) kemarin. Yakni, kebakaran terjadi pada sebuah bangunan di kompleks SDN 06 Cemani Grogol pada Senin siang. Penyebab kebakaran adalah anak-anak yang bermain korek api dan diduga menyambar barang mudah terbakar hingga menyebabkan kebakaran.

Kemudian musibah kebakaran yang menerjang tiga bangunan rumah dan pertokoan di wilayah RT 002 RW 003 Kelurahan Sukoharjo pada Senin malam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kemudian kasus kebakaran di lahan kosong yang juga banyak terjadi karena ulah masyarakat yang membakar sampah sembarangan. Padahal di musim kemarau seperti sekarang ini embusan angin sangat kencang sehingga jika terjadi kebakaran mudah membesar. Parahnya lagi jika kebakaran merembet ke lingkungan perumahan warga. Dengan demikian dia mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan.

“Jangan membakar sampah sembarang, terutama dekat lingkungan permukiman. Jika tertiup angin bisa merembet dan menyebabkan kebakaran,” katanya.

Guna mengantisipasi kebakaran, dia mengatakan terus memberikan sosialisasi dan simulasi penanganan jika terjadi bencana kebakaran. Simulasi kebakaran ini diberikan terutama ibu-ibu rumah tangga, instansi pemerintahan, swasta, termasuk kader PKK. Adapun tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan keahlian tentang teknik-teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran. “Supaya kasus kebakaran terus menurun,” katanya.

Ketua TP PKK Sukoharjo Etik Suryani sebelumnya mengapresiasi langkah Pemadam Kebakaran yang memberikan pelatihan dan sosialisasi penanggulangan kebakaran ke ibu-ibu kader PKK. Dia berharap ibu-ibu kader PKK se-Kabupaten Sukoharjo bisa menimba ilmu kepada Damkar sehingga mengetahui cara memadamkan api di rumah dengan benar sehingga bisa meminimalisasi kerugian materil yang akan dialami.

"Sosialisasi sangat bermanfaat yang nantinya bisa ditindaklanjuti di kegiatan PKK wilayah dan bisa diterapkan di rumah jika terjadi kebakaran," katanya.