Truk Tabrak Pagar Lalu Terguling di Klaten, 3,5 Ton Pepaya Tumpah

Pengendara melintas di dekat pepaya muatan truk yang terguling di tepi Jl. Rinjani, Kampung Banyon, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Rabu (12/6 - 2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
12 Juni 2019 16:05 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sebuah truk bermuatan 3,5 ton pepaya terguling di tepi Jl. Rinjani, Kampung Banyon, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (12/6/2019) pagi, sekitar pukul 05.00 WIB.

Truk nopol AA 1421 ZD terguling setelah menabrak pagar rumah warga. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut namun 3,5 ton pepaya california yang diangkut di bak truk tumpah berserakan di tepi jalan hingga menyebar ke sawah.

Sopir truk, Arif Pambudi, 21, asal Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, yang dijumpai di lokasi kejadian, menceritakan dirinya bersama temannya  Arif Nugroho alias Kukuk, 19, berkendara dari Kebumen Rabu pukul 02.00 WIB untuk menyetorkan pepaya ke pedagang di Boyolali.

Arif Pambudi melajukan truk dari arah Jogja melintasi ruas Jl. Rinjani yang menjadi jalur alternatif Klaten menuju Jatinom sebelum mengarah ke Boyolali. Sementara, Kukuk tidur dan kondisi pintu truk terkunci.

Saat melintas Jl. Rinjani di wilayah Kampung Banyon, Arif tak menyadari jika ada jalan menikung di ujung perkampungan yang berbatasan dengan sawah.

Akibatnya, truk yang ia kemudikan keluar dari badan jalan dan menabrak pagar rumah Sarmin Raharjo, 65. Truk terus melaju menabrak pagar rumah ketika Arif berusaha membanting setir agar membelok ke arah jalan.

"Truk baru berhenti setelah menabrak tiang lampu dan terguling di separuh badan jalan," kata dia.

Istri Sarmin, Ngatini, 62, yang saat kejadian duduk di bangku depan rumah berlari untuk memastikan kondisi sopir truk. Ia pun lega setelah sopir dan penumpangnya tak mengalami luka-luka. 

“Saat itu, saya baru saja duduk setelah menutup pintu gerbang. Saya degdegan sementara cucu saya di dalam menangis. Saya melihat truk terus melaju menabrak pagar dan terguling. Saat terguling saya langsung mendatangi mereka dan bersyukur mereka tidak apa-apa,” kata Ngatini saat ditemui solopos.com di rumahnya.

Arif memastikan dirinya dan Kukuk tak mengalami luka berarti. Sedangkan kondisi truk ringsek pada bagian depan sisi kiri dan kaca pintu sisi kiri pecah.

“Kalau ditotal kerugiannya sekitar Rp10 juta,” kata Arif.

Arif sudah sering melintasi Jl. Rinjani saat mengantar pepaya hasil panen petani di kampungnya. Kondisi jalan juga tak gelap saat kecelakaan terjadi.

“Saya tidak merasa mengantuk. Hanya, posisi saya sudah kelelahan. Kalau kecepatan truk saat itu sekitar 40 km/jam. Saya dan Kukuk tidak mengalami luka apa-apa,” kata Arif.

Sarmin mengatakan pengemudi truk sudah bersedia mengganti kerusakan pagar.