Solopos Hari Ini: Ribuan Investor Rangrang Meradang

Harian Umum Solopos edisi Kamis (13/6 - 2019).
13 Juni 2019 10:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Ribuan warga yang berinvestasi di bidang ternak rangrang dibuat kelabakan. Kantor dan gudang pengelola investasi CV Mitra Sukses Bersama (MSB) di Sidoharjo, Sragen, tutup sejak pertengahan Mei lalu.

CV MSB sebagai investasi sudah tidak lagi memakai gedung yang berlokasi di Pungkruk, Desa/Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Gedung dua lantai itu kini dipakai oleh perusahaan dengan nama lain.

Kabar mengenai ribuan investor ternak rangrang di Sragen yang nasibnya terkatung-katung itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (13/6/2019). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga ada kabar terbaru dari kerusuhan 22 Mei lalu. Dalang dari kerusuhan tersebut hingga kini belum terungkap.

Dalang & Asal Peluru Tajam Belum Terungkap

Dalang kerusuhan 22 Mei 2019 belum terungkap. Apalagi ada korban meninggal karena peluru tajam.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendorong pemerintah membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengungkap dalang kerusuhan. Kontras menilai tim pencari fakta ini berguna untuk menemukan fakta tentang perencanaan kerusuhan.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada berita mengenai rencana pembangunan waterpark di Sukoharjo. Ada pula ulasan mengenai tradisi syawal di Boyolali.

Rp12,5 Miliar untuk Waterpark

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengalokasikan anggaran Rp12,5 miliar untuk membangun waterpark berstandar internasional. Pembangunan kolam renang dan taman air di lahan seluas 1,4 hektare itu bertempat di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.

Pembangunan waterpark tersebut akan menyatu dengan kawasan wisata Taman Pakujoyo serta kawasan wisata alam Menjing yang kini sedang dikembangkan dan diberdayakan pemerintah kelurahan setempat.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Mengarak Sapi, Mempererat Solidaritas Sosial

Matahari belum tampak saat ratusan warga Dukuh Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Rabu (12/6/2019) pagi, berkumpul di salah satu ruas jalan utama desa. Mereka duduk berjajar makan bersama sekaligus menggelar arak-arakan sapi sebagai tradisi tahunan setiap Syawal.

Mereka membawa tampah besar berisi aneka makanan. Aneka macam lauk terhidang bersanding dengan ketupat. Ketupat memang santapan wajib saat perayaan tiap 7 Syawal atau sepekan setelah Idulfitri.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.