Pemilik CV MSB Sragen Sebar Broadcast: Bantah Musnahkan Semut Rangrang

Subandi, 40, menunjukkan semut rangrang yang diternak di rumahnya di Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, Rabu (12/6 - 2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
13 Juni 2019 22:33 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Beredar broadcast via pesan suara Whats App (WA) berisi pernyataan pemilik CV Mitra Sejahtera Bersama (MSB), Sugiyono, yang ditujukan kepada semua mitra kerjanya, Kamis (13/6/2019). Kepada Solopos.com, sejumlah mitra sudah membenarkan bahwa itu adalah suara dari Sugiyono.

Dalam pesan suara itu, Sugiyono menganggap pemberitaan miring seputar investasi semut rangrang tersebut terjadi karena ada pihak yang tidak senang lantaran pernah dikecewakan CV MSB. Dia juga membantah bila semua semut rangrang hasil panen dimusnahkan dengan cairan kimia.

“Itu informasi yang salah. Yang benar hasil panen dari mitra itu masih ada beberapa ekor semur. Supaya stoplesnya tetap bisa digunakan, harus dicuci. Hasil panen yang bagus kita olah, diambil lagi jadi bibit. Hasil akhir nanti jadi capsul, tapi itu belum kami lakukan sehingga hasil panen yang bagus kami olah jadi bibit. Dan pembersihan stoples itu memang pakai cairan tertentu,” ujar Sugiyono.

Sugiyono mengklaim tidak akan terpengaruh dengan berita miring seputar investasi ternak rangrang yang dikelolanya. Sekarang, dia hanya fokus membayar semua kewajiban kepada mitra sesuai jadwal.

“Anggap saja ini permainan bola. Jadi, penonton yang di luar lapangan yang jumlahnya ribuan bebas bicara apa saja. Mau bersorak apapun tidak akan mempengaruhi permainan di tengah lapangan. Semua mitra MSB adalah pemain di lapangan itu. Orang di luar mau berteriak apapun ya biarkan saja. Saat permainan selesai, nanti kita juga yang akan mendapat tepuk tangan. Ketika prestasi kita bagus. Saya sendiri bersumpah kepada Allah bahwa MSB akan selesai dengan baik-baik saja,” ucap Sugiyono.

Diberitakan sebelumnya oleh Solopos.com, Subandi, 40, mantan koordinator mitra CV MSB menyatakan tutupnya kantor dan gudang perusahaan itu membuat puluhan ribu investor yang tersebar di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur meradang. Jika dikalkulasi, total investasi yang dikelola CV MSB bisa menyentuh ratusan miliar rupiah.

Sebagian investor mendadak sakit setelah mengetahui kantor dan gudang CV MSB yang berpusat di Sragen itu tutup. Bahkan di Karanganyar ada investor yang memilih mengakhiri hidupnya karena frustasi setelah investasi yang ia tanam tidak membuahkan hasil.

“Sampai saat ini belum ada yang lapor polisi karena masih berharap uang mereka bisa kembali,” paparnya.

Menurut penuturan Subandi, CV MSB berdalih kepada calon investor bahwa hasil peternakan semut rangrang itu bakal dijadikan bahan pembuatan kosmetik di luar negeri. Namun, Subandi menyadari hal itu adalah pepesan kosong yang digunakan CV MSB untuk meyakinkan calon investor.

“Pada awalnya, gudang itu tertutup untuk semua mitra. Tapi, saya pernah masuk ke gudang. Di sana, semut rangrang yang dibeli dari mitra itu dimusnahkan dengan cara disemprot cairan kimia. Setelah itu, toples itu dicuci bersih lalu diisi lagi oleh bibit baru yang didatangkan dari Jogja. Jadi, tujuan beternak rangrang itu untuk apa ya tidak jelas. Bukan untuk bahan kosmetik, bukan pula untuk diambil krotonya,” tegas Subandi.

Sumber : Bisnis/JIBI