Berkah Lebaran, Homestay di Samiran Boyolali Laris Dipesan

Warga di Kecamatan Selo, Boyolali, menggelar pawai budaya. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
13 Juni 2019 17:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Pengunjung kawasan wisata Selo, khususnya yang menginap di homestay di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, pada musim liburan Lebaran meningkat 100 persen lebih dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Pada Juni 2019, jumlah wisatawan yang menginap mencapai 700 orang. Angka ini diperoleh dari data pengunjung yang sudah datang dan yang melakukan booking di homestay binaan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat.

Ketua Pokdawis Desa Samiran, Dayang Nevia Afriansari, mengatakan pada hari biasa, jumlah penginap rata-rata 300 orang setiap bulan. Mereka tersebar pada sekitar 40 homestay dengan total 150 kamar, yang menjadi binaannya.

“Pada bulan-bulan biasa, pengunjung yang menginap di homestay binaan kami rata-rata 300 orang. Untuk wisatawan yang menginap, baik yang sudah datang sejak 2 Juni maupun yang statusnya masih booking hingga 30 Juni nanti sudah ada 700-an orang. Kemungkinan masih bisa tambah lagi karena ada pengunjung yang datang langsung tanpa pemesanan kamar,” ujarnya kepada solopos.com, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya, kondisi pengunjung yang melonjak ini menjadi berkah bagi pemilik homestay. Sebab, semakin banyak yang datang pemilik semakin banyak mendapat pemasukan. Selain itu, para pemilik itu sepakat menaikkan tarif homestay senilai 20-25 persen.

“Untuk tarif memang ada kenaikan sedikit karena Lebaran, antara 20-25 persen. Sehingga homestay yang rata-rata tarifnya Rp200.000 semalam, pada musim libur Lebaran ini menjadi Rp220.000-Rp225.000 per malam,” imbuhnya.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, pokdarwis menyediakan paket wisata dengan harga terjangkau, yakni Rp185.000 per malam, dengan ketentuan minimal pemesanan untuk 30 orang.

“Untuk paket ini, pengunjung juga mendapat fasilitas lain seperti welcome dance, kunjungan ke lokasi wisata tertentu atau UMKM [usaha mikro kecil menengah] makan dan sebagainya,” ungkap dia.