1 Anak Meninggal Akibat DBD, DKK Solo Memobilisasi PSN Serentak

Ilustrasi nyamuk (Solopos - Whisnupaksa)
14 Juni 2019 19:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Solo terus muncul memasuki pertengahan tahun 2019. Hingga pekan ke-23, jumlah warga yang terserang penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti itu berjumlah 114 orang.

Dari jumlah itu, satu anak balita berumur empat tahun meninggal dunia. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Setyowati, menyebut kendati terus bertambah jumlah pasien yang terkena DBD tiap pekannya menurun.

“Januari-April itu pertambahannya cepat sekali. Mei-Juni ini memang bertambah tapi tidak linier banget, meski tetap tinggi. Kalau digambarkan dengan grafis seperti parabola. Kami berupaya menekan agar tidak bertambah dengan menggalakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu, kami juga membuat edaran di masyarakat,” kata dia, kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Setyowati menyebut kematian anak balita tersebut terjadi pada pertengahan Mei. Lantaran temuan kasus di lokasi itu tak lebih dari dua, maka tidak dilakukan fogging focus.

Dia menjelaskan fogging atau pengasapan dilakukan apabila temuan kasus di lokasi lebih dari dua. Selain itu berdasarkan penyelidikan epidemiologi (PE), di lingkungan penderita angka kepadatan nyamuknya lebih dari lima persen.

Sebelumnya, Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan menyusul kemungkinan mewabahnya DBD dalam siklus lima tahunan pada tahun ini, pihaknya memobilisasi gerakan PSN serentak hingga tingkat RT.

Selain itu, mengoptimalkan juru pemantau jentik (jumantik) di tingkat RT, maupun melibatkan peran dokter kecil di sekolah.

“Kami juga memajukan jadwal pemberian larvasida dari semula April-Mei dan Oktober-November menjadi Maret-April,” kata dia.