Seratusan Sumur Warga Kartasura Sukoharjo Mengering

Ilustrasi air bersih (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
14 Juni 2019 10:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Seratusan sumur milik warga di Kragilan, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo mengering diduga karena operasional sumur milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo.

Sebagai bentuk protes, warga pun menghentikan secara paksa operasional sumur dan berimbas pada matinya aliran air bagi 600 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Makmur di wilayah Pucangan.

Kepala Desa (Kades) Pucangan, Budiyono mengatakan berdasarkan laporan warga terdapat seratusan sumur yang berada tak jauh dari lokasi sumur milik Perumda Tirta Makmur, kondisinya mengering. Sumur itu mengering dari 50 persen sampai menyisakan 20 persen saja. Mengeringnya sumur milik warga diduga karena imbas beroperasinya sumur milik Perumda Tirta Makmur yang dibangun di wilayah Patahan, Desa Kertonatan, Kartasura sejak Desember lalu.

"Begitu terima laporan, kami langsung melakukan cek. Dan memang bener sumur warga mengering," katanya saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (13/6).

Padahal sebelumnya warga tidak pernah mengalami kekeringan air, bahkan air sumur menyusut disaat musim kemarau tiba. Namun kini air sumur warga mengering dan menduga hal itu akibat beroperasinya sumur milik Perumda Tirta Makmur.

Keluhan warga terkait mengeringnya sumur yang ada langsung ditindaklanjuti dengan melaporkan ke Perumda Tirta Makmur Cabang Kartasura. Selanjutnya dari Perumda Tirta Makmur melakukan pengecekan di lokasi dan menyatakan bahwa mengeringnya sumur warga bukan karena operasional sumur dalam milik perusahaan daerah tersebut.

Beberapa kali pertemuan dilaksanakan dengan dihadiri pihak Perumda dan masyarakat tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya warga yang kesal langsung menggelar aksi damai dan meminta operasional sumur dihentikan.

"Sekarang operasional sumur dalam dihentikan oleh Perumda untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo Muhammad Mahfud Fauzi mengatakan masalah terkait dengan mengeringnya sumur warga di Kragilan akibat beroperasinya sumur dalam milik perusahaan pelat merah ini telah dilakukan pengecekan di lokasi.

Dari hasil pengecekan tim bahwa mengeringnya sumur warga bukan karena operasional sumur Perumda Tirta Makmur. Hal ini dilihat dari kondisi sumur milik warga yang berada di sekitar lokasi sumur seperti di Dukuh Patahan, Kertonatan.

"Air sumur warga di Patahan kondisinya masih baik dan tidak menyusut. Jadi kami mematikan bahwa mengeringnya sumur warga bukan karena sumur Perumda," katanya.

Mahfud Fauzi mengaku beberapa kali telah menyampaikan hal itu kepada warga. Namun warga tetap dalam pendiriannya bahwa mengeringnya sumur akibat beroperasinya sumur dalam milik Perumda.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya menghentikan operasional sumur dalam tersebut. Hal itupun berimbas pada berhentinya layanan bagi 600 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Makmur yang tersebar di wilayah Pucangan dan sebagian di Kertonatan.