Proyek Waterpark, Pemkab Sukoharjo Diminta Tidak Kesampingkan Batu Seribu

Kondisi Telaga Pakujoyo yang menjadi salah satu ikon tempat wisata bagi warga Sukoharjo, Rabu (12/6). Di timur telaga ini nanti akan dibangun waterpark sebagai pengembangan wisata di sana. Foto diambil belum lama ini (Solopos - Indah Septiyaning W.)
14 Juni 2019 17:24 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Kalangan DPRD Kabupaten Sukoharjo mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat tidak mengesampingkan prioritas pengembangan wisata di Batu Seribu, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, sekaligus sebagai central business  district (CBD) di kawasan Sukoharjo selatan.

Hal ini seiring rencana Pemkab membangun waterpark di Kelurahan Gayam, Sukoharjo dengan estimasi anggaran mencapai Rp12,5 miliar. Anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo Moch Samrodin sebagai counterpart Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menilai pembangunan waterpark akan berdampak positif bagi perkembangan ekonomi warga.

"Kami tidak masalah dengan pembangunan waterpark karena dalam rangka menggali potensi di Sukoharjo," katanya saat berbincang dengan Solopos, Kamis (13/6/2019).

Namun yang perlu menjadi pertimbangan, pemkab harus merencanakan pembangunan secara matang. Hal ini guna menghindari adanya penyimpangan atau kesalahan dalam pelaksanaan pembangunan Waterpark tersebut. Pihaknya tidak ingin anggaran terbuang sia-sia untuk pembangunan waterpark yang bakal menelan anggaran besar. Di sisi lain, pihaknya juga meminta Pemkab tidak mengesampingkan prioritas rencana pengembangan kawasan wisata Batu Seribu di Kecamatan Bulu yang telah disusun lama.

Menurutnya pengembangan kawasan wisata di Batu Seribu mendesak direalisasikan guna meningkatkan perekonomian warga di Sukoharjo bagian selatan. Selama ini terjadi ketimpangan antara wilayah Sukoharjo utara, kota dan selatan. Apalagi pusat perekonomian tertumpu pada wilayah utara dan perkotaan atau tengah. Sementara wilayah Sukoharjo selatan tertinggal jauh. Karena itu pengembangan kawasan Sukoharjo selatan meliputi wilayah Bulu, Nguter, Tawangsari dan Weru sebagai CBD baru mendesak direalisasikan.

"Batu Seribu masih membutuhkan perbaikan, dan itu menjadi skala prioritas program kerja dari Komisi IV. Jadi tidak boleh dikesampingkan," katanya.

Kepala Disdikbud Sukoharjo mengatakan pembangunan waterpark akan dikerjakan bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran yang ada. Namun sesuai detail engineering design (DED) pembangunan waterpark secara keseluruhan menelan anggaran Rp12,5 miliar. Selain pembangunan waterpark, Pemkab juga terus melakukan pembenahan pada kawasan wisata Batu Seribu. Kawasan wisata ini terus dipercantik pemkab agar mendongkrak kunjungan wisatawan ke Batu Seribu.

Saat ini beberapa fasilitas baru ada di Batu Seribu di antaranya panggung, gazebo, dan food court yang akan diisi oleh warga sekitar. Tiga kolam yang telah direnovasi saat ini dalam kondisi yang baik. Masyarakat bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. "Kami juga terus menggali potensi - potensi wisata yang ada di masing-masing wilayah. Kami yakin dengan pengembangan potensi ini akan berimbas pada peningkatan perekonomian warga," katanya..