Diduga Masalah Keluarga, PNS di Sragen Gantung Diri

ilustrasi bunuh diri, gantung diri. (Solopos/Whisnu Paksa)
14 Juni 2019 11:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Ageng Winayu, 29, seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Rumah Penyimpanan Barang Rampasan (Rupbasan) Kelas IIA Sragen nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (13/6/2019).

Tubuh warga Dusun Ngampunan, RT 20/05, Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen, itu ditemukan menggantung di kamar rumah kontrakan milik Sukimin yang berlokasi di Kampung Beloran RT 03/RW 03, Sragen Kulon, Sragen, sekitar pukul 07.30 WIB.

Pada pukul 07.00 WIB, Sumarni, 55, salah seorang saksi sempat melihat Ageng memanasi mobilnya. Ia kemudian balik lagi ke kamarnya. Setelah itu biasanya Ageng pergi mandi sebelum berangkat ke tempat kerjanya. Namun, hingga pukul 07.30 WIB, yang bersangkutan tidak keluar dari kamarnya. Setelah dicek oleh Sumarti, ternyata tubuh Ageng sudah menggantung di langit-langit kamar dengan bantuan ikat pinggang warna hitam dan taplak meja warna cokelat-hitam.

“Sumarni lantas memberi tahu warga sekitar. Warga lalu menurunkan tubuh Ageng. Ia langsung dilarikan ke RSUD [dr. Soehadi Prijonegoro]. Namun, ia meninggal dunia sesampainya di rumah sakit,” jelas Kapolsek Kota Sragen, Iptu Mashadi, kepada Solopos.com.

Kapolsek Sragen memimpin jalannya olah tempat kejadian perkara. Polisi juga membawa serta petugas medis dari puskesmas setempat. Berdasar hasil pemeriksaan di tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Penyebab kematian dia murni karena bunuh diri. Tidak ada surat wasiat yang ditinggalkan. Tetapi, informasi yang kami dapat selama ini korban punya masalah dengan istri. Belakangan hubungan dengan istrinya berjalan kurang harmonis,” ucap Iptu Mashadi.

Ageng diketahui baru sekitar setahun menikah dan sudah dikaruniai seorang bayi yang masih mungil. “Almarhum itu seorang pendatang. Kebetulan istrinya itu warga kami. Di KTP, dia tercatat sebagai warga kami setelah menikah. Kami tidak tahu apa yang melatarbelakangi dia berbuat nekat seperti itu,” ucap Sekretaris Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sumanto.