Mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman Ditahan, Ini Perjalanan Kasusnya

Mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman tiba di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kas daerah, Jumat (14/6 - 2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
14 Juni 2019 19:30 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, ditahan seusai diperiksa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari ) Sragen selama empat jam, Jumat (14/6/2019). Setelah diperiksa, Agus dibawa dengan Toyota Kijang Innova menuju Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen.

Pemeriksaan Agus Fatchur Rahman dilakukan sejak pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan sempat dihentikan untuk salat Jumat di Masjid SDN Sine. Agus bersama pengacara dan beberapa pendukungnya juga keluar dari Ruang Kasi Pidsus Kejari dan bergegas jalan kaki menuju masjid.

Pemeriksaan berlanjut seusai Salat Jumat. Tepat pada pukul 14.00 WIB, Agus Fatchur Rahman keluar ruangan. Mobil Toyota Kijang Innova warna hitam itu langsung mengantar Agus menuju LP. “Saya no comment saja. Silakan tanya ke pengacara saja,” ujar Agus.

Agus memenuhi panggilan Kejari Sragen dengan setelan kemeja kotak-kotak warna abu-abu dan celana jeans warna hitam, ditemani pengacaranya, Zamzam Wathoni. Pemeriksaan Bupati Sragen periode 2011-2015 itu berlangsung tertutup.

Perjalanan Kasus

Politikus Partai Golkar Sragen itu menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kas daerah (kasda) 2003-2011. Agus dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU No. 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun. Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen, Muhamad Sumartono, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (5/12/2018) lalu.

Kasus tersebut berawal saat Kejari menyelidiki kasus kerugian kasda Sragen senilai Rp604,6 juta. Kerugian kasda tersebut merupakan selisih antara kerugian negara akibat kasus korupsi kasda senilai Rp11,2 miliar.

Setelah muncul putusan hukum tetap terhadap para terpidana sebelumnya dalam kasus ini, kasda yang dikembalikan baru senilai Rp10,6 miliar. Para terpidana yang sudah menjalani hukuman dan kini sudah bebas adalah mantan Bupati Sragen Untung Wiyono, mantan Sekda Sragen Koesharjono serta dua mantan Kepala DPPKAD Sragen Sri Wahyuni dan Adi Dwijantoro.

“Penyelidikan dimulai sejak Juli-Agustus lalu. LHP [Laporan Hasil Pemeriksaan} Badan Pemeriksa Keuangan belum menerima adanya penggunaan kasda senilai Rp604,6 juta karena belum ada yang mempertanggungjawabkannya. Kemudian Kejari menyelidikinya. Dari hasil penyelidikan diekspose di Kejari Sragen, Selasa [4/12/2018],” ujar Kajari.

Dari hasil ekpose, ditemukan bukti-bukti berupa kasbon dan menjadi alat bukti untuk menetapkan Agus Fatchur Rahman sebagai tersangka. Selain kasbon, Kajari juga mendapat bukti penguat dari keterangan saksi, saksi ahli, dan keterangan Agus Fatchur Rahman sebagai saksi.

“Kasbon-kasbon itu diakui tersangka tetapi tersangka tidak mengetahui kalau sumber dananya dari kasda. Nilai yang tertera dalam kasbon Rp376 juta. Untuk sisanya senilai Rp200 jutaan belum diketahui penggunanya. Ya, nanti bisa jadi ada tersangka baru. Namun hukum itu harus ada bukti materiil,” terangnya.

Agus sempat mengajukan gugatan praperadilan atas kasus yang menjeratnya ke Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (20/5/2019) lalu.