PDIP Ungkap Sosok Calon Wali Kota Solo Usai Kongres di Bali

Lambang PDIP. (Solopos/Dok)
15 Juni 2019 18:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sosok bakal calon (balon) wali kota Solo yang akan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilkada 2020 mendatang masih misterius. 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menyebut nama itu akan muncul setelah Kongres Nasional V PDIP yang digelar di Bali pada Agustus mendatang.

Ihwal kandidat terkuat yang sepadan dengan ketokohan dirinya, Wali Kota Solo itu tak menyebut nama tapi ia memastikan masih banyak kader lain.

Sapa ngomong ora ana akeh kader (siapa bilang tidak ada banyak kader)? Begini, sikap dan perilaku itu bisa dilakukan oleh siapapun. Yen ora dilakoni yo ora isoh (kalau tidak dijalani ya tidak bisa). Sepanjang ada kemauan dan yang penting jangan takut. Hukumnya wajib hati-hati dan tidak boleh takut. Kalau masih takut artinya ada yang disembunyikan,” kata Rudy, sapaan akrabnya, Selasa (11/6/2019).

Rudy, sapaan akrabnya, menyebut sudah mengantongi nama calon, namun tak ingin menyampaikannya. Kepastian nama itu bakal terkuak setelah petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kepartaian.

Aturan tersebut menjadi agenda yang akan dibahas pada kongres.

“Proses penjaringannya seperti apa ‘kan dari pusat belum ada petunjuknya. Itu dibahas di kongres,” jelas dia.

Saat ditanya kriteria khusus calon seperti ber-KTP Solo atau pengusaha, Rudy juga enggan membahasnya.

Aja mancing-mancing (jangan memancing-mancing). Terus nanti pada tanya apa impor (mendatangkan dari luar daerah) apa tidak? Nanti saja kalau sudah ada juklak dan juknis penjaringannya seperti apa, pasti (namanya) muncul. Enggak akan saya sembunyikan. Wong rekomendasi pasti juga dari pusat, bukan dari saya,” ucap dia.

Sebelumnya, Rudy memastikan PDIP sebagai pemilik kursi legislatif terbanyak DPRD Kota Solo bakal mengusung calon sendiri.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo merencanakan koalisi dengan sejumlah partai untuk mengusung calon sendiri. Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail, mengatakan keputusan tersebut sesuai hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 pada 2015 lalu.

“Amanah Musda 2015 salah satunya mengusung calon wali kota dan wakil wali kota 2020. Saya hanya menjalankan amanah itu. Kami berharap ada calon internal dari kader PKS. Proses itu cukup lama. Dimulai dengan pemira atau pemilu raya. Kami akan meminta pendapat seluruh kader. Pertama, jadi enggak mengusung calon sendiri dengan kondisi seperti ini (lima kursi DPRD). Kalau jadi mengusung, siapa kader yang diinginkan mereka. Kalau bukan internal, siapa tokoh eksternalnya,” kata dia, belum lama ini.