Sukoharjo Bakal Punya Waterpark Internasional, Netizen: Kuat Beli Tiketnya?

Telaga Pakujoyo salah satu ikon tempat wisata di Sukoharjo. Di timur telaga itu akan dibangun waterpark. Foto diambil Rabu (12/6 - 2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.))
15 Juni 2019 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, Jawa Tengah, siap membangun waterpark internasional di kawasan Gayam, Sukoharjo. Waterpark ini dibangun menyatu dengan Taman Pakujoyo serta wisata alam Menjing yang sedang dikembangkan pemerintah kelurahan setempat.

Waterpark tersebut dibangun di lahan seluas 1,4 hektare dengan anggaran sekitar Rp12,5 miliar. Wahana wisata itu dilengkapi kolam renang berstandar internasional. Nantinya, kolam renang itu bisa menjadi tempat berlatih bagi atlet renang di Kabupaten Sukoharjo.

Rencana pembangunan waterpark berstandar internasional itu mendapat beragam komentar dari netizen. Sejumlah netizen khawatir harga tiket masuk wahana wisata tersebut terlalu mahal dan tidak sesuai dengan daya beli masyarakat.

Pada kuat beli tiket enggak kalau sudah jadi? Ada Pandawa saja kalau mengajak anak pikir-pikir. Pilih ke Lumintu Janti yang murah,” komentar @ozza_zi melalui kolom komentar akun Instagram @jelajahsolo yang membagikan kabar Solopos.com, Jumat (14/6/2019).

Harga tiket masuknya berapa nanti?” tanya @ratna_chaan.

Insyaallahh Rp25.000 atau mungkin tidak sampai. Pembangunan dari dan untuk masyarakat,” lanjut @haviddanang menimpali.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Lurah Gayam, Sukoharjo, Havid Danang, mengatakan, waterpark tersebut dibangun di sisi timur Telaga Taman Pakujoyo. Pembangunan itu ditangani langsung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo.

Havid Danang menambahkan, pembangunan waterpark akan melengkapi pengembangan wisata yang kini tengah dikerjakan pemerintah keluarahan. Setelah membangun Taman Pakujoyo, Kelurahan Gayam yang berada di pusat Kabupaten Sukoharjo inipun terus mengembangkan potensi wisata di lokasi lain. Salah satunya dengan mengembangkan kampung wisata di Menjing yang terintegrasi dengan Taman Pakujoyo.