Pilkada Wonogiri, Bupati Jekek: Saya Belum Tentu Dicalonkan Lagi

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (kiri), dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri, Ali Mahbub, berbincang seusai pemeriksaan Joko Sutopo sebagai saksi kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN dalam Pemilu di kantor Bawaslu Wonogiri, Senin (29/4/2019). (Solopos - Cahyadi Kurniawan)
16 Juni 2019 20:10 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Bupati Wonogiri  Joko Sutopo biasa disapa Jekek menyebutkan belum tentu dirinya dicalonkan kembali dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Wonogiri 2020.

Berdasar hasil perolehan suara dalam Pemilihan Anggota DPRD Wonogiri 2019-2024, hanya ada enam partai politik (parpol) yang berhak berpartisipasi dalam Pemilihan Bupati (Pilbup)-Wakil Bupati 2020 mendatang, yakni parpol pemilik kursi parlemen.

Menurut penghitungan perolehan kursi yang dilakukan berbagai partai di Kota Sukses, enam partai itu meliputi PKB tiga kursi (30.106 suara), Gerindra empat kursi (36.717 suara), PDIP 28 kursi (325 suara), Golkar delapan kursi (88.747 suara), PKS empat kursi (44.422 suara), dan PAN empat kursi (27.889 suara). Total 50 kursi.

Merujuk pada Pasal 40 UU No. 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), parpol atau gabungan parpol bisa mengusung pasangan calon (paslon), jika memiliki minimal 20 persen dari total kursi DPRD. Becermin dari regulasi tersebut, parpol atau gabungan parpol yang dapat mengusung paslon adalah parpol yang memiliki minimal 10 kursi parlemen.

Adapun syarat alternatif, yakni parpol atau gabungan parpol minimal meraup 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah pemilihan anggota DPRD terakhir. Hasil penghitungan suara parpol pada pemilihan anggota DPRD 2019 (20 parpol) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), suasa sah tercatat 602.751 suara. Dengan demikian parpol atau gabungan parpol yang dapat mengusung paslon adalah yang memiliki minimal 150.687 suara.

Dari aturan itu berarti parpol yang dapat mengusung paslon secara mandiri hanya PDIP. Lima parpol lainnya harus berkoalisi agar memenuhi persyaratan yang ditentukan, jika ingin mengusung paslon. Melihat kondisi itu, Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan PDIP ingin kesuksesan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 menjalar pada Pilbup 2020.

Jaminan 

Namun, dia menyadari capaian tersebut tidak dapat menjadi jaminan PDIP akan sukses juga di Pilbup. Lelaki yang akrab disapa Jekek itu berpandangan hal itu merupakan tantangan bagi PDIP untuk mengulang kesuksesan Pilbup 2014 lalu.

PDIP memiliki modal besar, yakni capaian yang diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang dipimpin Joko Sutopo selaku Bupati. Jekek menuturkan akan menggunakan sisa masa tugasnya untuk berbuat lebih baik lagi dengan cara memperbaiki hal yang belum tercapai optimal. Dia meyakini apabila janji politiknya pada 2014 lalu terealisasi sesuai harapan, masyarakat dengan sendirinya akan menjatuhkan pilihan pada figur yang akan diusung PDIP.

“Maka kalau ditanya bagaimana 2020 [pilbup] nanti, saya tidak bicara soal itu dulu. Saya ingin mewujudkan visi dan misi dulu, menjaga konsistensi program yang sudah berjalan,” kata dia.

Saat ditanya kemungkinan dirinya dicalonkan sebagai bupati lagi, Jekek menjawab diplomatis. Menurut dia, dirinya belum tentu akan dicalonkan lagi. Hal itu mengingat pencalonan tergantung restu dari DPP. Dia tak ingin berspekulasi lebih jauh ihwal dirinya akan dicalonkan lagi atau tidak. Terlebih, saat ini politik menjelang Pilbup 2020 masih sangat cair, sehingga semua kemungkinan bisa terjadi.

Tak Salah

Aktivis Jaringan Pegiat Demokrasi (Jagad) Wonogiri, Bambang Tetuko, melihat pernyataan Jekek tak ada yang salah, karena pencalonan memang berada di tangan DPP. Namun, komisioner KPU Wonogiri dua periode itu meyakini DPP bakal menaruh kepercayaan kepada Jekek. Menurut dia DPP tak akan sembarangan memberi rekomendasi.

DPP pasti melihat rekam jejak figur/tokoh sebelum memberi rekomendasi. Bambang menilai kinerja Joko sebagai bupati empat tahun terakhir positif, sehingga Joko adalah pilihan logis untuk dicalonkan sebagai cabup.