Aplikasi Smart Haji, Panduan Pendamping Haji untuk Calhaj Sukoharjo

Jemaah calon haji melakukan towaf atau mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Mekkah, Selasa (14/8 - 2018). (Solopos/Syifaul Arifin)
17 Juni 2019 15:05 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, meluncurkan aplikasi smart haji guna mempermudah akses bagi calon jemaah haji asal Kabupaten Makmur.

Layanan berbasis web jaringan ini akan membekali agenda termasuk tata cara pelaksanaan selama ibadah haji.

Kepala Kemenag Sukoharjo Ihsan Muhadi mengatakan peningkatan layanan haji ini bisa diunduh melalui Google Playstore. Aplikasi smart haji tersebut berisi konten mengenai panduan manasik yang mudah dipahami calon jemaah selama perjalanan ibadah haji di Tanah Suci.

"Jadi mulai proses kedatangan, agenda ibadah dan prosesi ibadah wajib hingga tempat tempat tujuan ibadah yang direkomendasikan semua bisa diakses melalui smart haji," katanya, pekan lalu.

Ihsan Muhadi mengatakan seluruh tata cara pelaksanaan ibadah haji bisa dipandu melalui web smart haji hanya dengan mengakses kanal-kanal layanan dalam aplikasi tersebut. Smart haji ini diluncurkan sebagai upaya mempermudah calon jemaah haji asal Kabupaten Sukoharjo.

Perbaikan layanan dengan meluncurkan aplikasi ini diperlukan setelah mempertimbangkan banyaknya calon jemaah haji kurang paham tata cara manasik. Demikian halnya kegiatan apa yang harus dilakukan setibanya di Tanah Suci. Rata rata para jemaah akan kebingungan terutama bagi mereka yang baru kali pertama berhaji.

"Melalui aplikasi calon jemaah bisa memantau dan mencari informasi yang dibutuhkan berdasarkan panduan pendamping haji," katanya.

Aplikasi ini juga bisa membantu anggota kelompok lain yang saling kenal dalam satu rombongan. Saat ini web masih dalam tahap penyempurnaan dan diupayakan bisa diakses sebelum pemberangkatan haji pada 6 Juli mendatang.

Di tahun ini, Ihsan menuturkan ada 742 calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. Mereka terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), masing masing 352 orang di kloter 1 dan 2, sebanyak 20 orang masuk kloter 3 bergabung dengan calon jemaah dari Kabupaten Karanganyar, serta 11 calon jemaah dan kuota tambahan yang akan diberangkatkan dalam kloter terakhir Jawa Tengah.