CV MSB Putar Duit Investasi Semut Rangrang Lewat Trading Kripto

Gudang CV Mitra Sukses Bersama (MSB) di Dusun Kroyo, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, yang sudah ditutup sejak pertengahan Mei lalu. Foto diambil Rabu (12/6 - 2019). (Solopos/M Khodiq Duhri)
17 Juni 2019 23:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Uang yang dihimpun dari para peternak semut rangrang mitra CV Mitra Sejahtera Bersama (MSB) dipastikan diputar untuk trading cryptocurrency (mata uang kripto).

Hal itu terungkap dalam jumpa pers yang dihadiri pendiri CV Mitra Sukses Bersama (MSB), Sugiyono, di Rumah Makan Rosojoyo 2, Nglorog, Sragen, Senin (17/6/2019). Pada kesempatan itu, Sugiyono yang didampingi kuasa hukumnya, Heroe Setiyanto, mengatakan CV MSB merupakan kemitraan agrobisnis dengan pengamanan berlapis.

Dia menganggap kegiatan itu tidak bergerak di bidang investasi dana. Karena itu dia merasa CV MSB tidak perlu mendapat izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengamanan berlapis yang dimaksud dia adalah uang dari hasil kemitraan dengan sekitar 6.000 anggota diputar untuk bisnis trading uang kripto. Menurut Sugiyono, hasil dari perputaran uang melalui trading uang kripto itulah yang digunakan untuk membayar hasil panen semut rangrang mitra.

“Jadi selama lima tahun, kami bayar hasil panen [semut rangrang] kepada mitra senilai Rp7 triliun. Sumbernya ya hasil perputaran uang dari pengamanan konvensional, pengamanan trading dan pengamanan kripto. Sebanyak 90% itu kripto," katanya.

Sugiyono mengklaim bisa mendapatkan keuntungan besar ketika nilai uang kripto yang dia pegang mengalami kenaikan. Dia juga mengaku tak pernah mengalami masalah dalam investasi melalui uang kripto.

"Satu koin ketika terjadi kenaikan, saya pernah mendapat profit ratusan miliar rupiah. Kalau dapat profit puluhan miliar sudah sering, kalau miliaran bisa tiap hari. Alhamdulillah, selama lima tahun tidak terjadi masalah apapun,” jelas Sugiyono.