Kisah Haru Polisi Klaten Pertemukan Keluarga yang Terpisah 13 Tahun

Salah satu personel Polsek Jogonalan, Klaten melepas plastik yang menempel pada tubuh wanita bernama Juminten, 60, di tepi jalan raya Solo-Jogja, Sabtu (15 - 6). Juminten dipertemukan aparat Polsek Jogonalan dengan keluarganya setelah belasan tahun menghilang. (Istimewa/Humas Polres Klaten)
17 Juni 2019 09:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Aparat Polsek Jogonalan mempertemukan satu keluarga asal Kabupaten Bantul, DIY dengan seorang anggota keluarga mereka yang hilang sejak 13 tahun silam. Pertemuan itu dilakukan setelah salah satu anggota keluarga tersebut melapor ke mapolsek.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, pertemuan itu bermula ketika Agustinus Triatmoko yang akrab disapa Koko bersama istrinya, Sukinem, dalam perjalanan dari rumah mereka di Jogja menuju Klaten, Sabtu (15/6/2019). Di tengah perjalanan, Koko menghentikan laju kendaraannya lantaran sang istri melihat sosok kakaknya bernama Juminten, 60, yang menghilang pascagempa bumi mengguncang 2006 silam.

Mereka lantas memastikan sosok wanita yang berjalan seorang diri di tepi jalan raya Solo-Jogja tersebut merupakan anggota keluarga mereka. Setelah memastikan, Koko lantas meminta bantuan ke Mapolsek Jogonalan. Di mapolsek, Koko ditemui Aiptui Yuli dan Bripka, M. Dwi Habsoro. Ia juga menghubungi keluarga besarnya yang tinggal di Bantul.

Koko bersama dua aparat Polsek Jogonalan tersebut dan anggota keluarga lantas menemui wanita yang berjalan di tepi jalan raya Solo-Jogja tersebut. Mereka menemukan wanita itu sedang berjalan di tepi jalan raya Solo-Jogja, Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan. Setelah ditemukan, Aiptu Yuli dan Bripka Habsoro kemudian menghampiri sosok perempuan itu. Bersama perwakilan keluarga, kedua polisi itu berusaha berbincang dengan Juminten.

Awalnya Juminten menolak kedatangan mereka dan berusaha menghindar. Tak berapa lama, Aiptu Yuli dan Bripka Habsoro berhasil menenangkannya dengan menjelaskan maksud kedatangan mereka untuk mempertemukan Juminten dengan keluarganya. Juminten lantas dipertemukan dengan anggota keluarganya. Pertemuan itu berakhir dengan pelukan Juminten dengan adiknya, Sukinem, yang sudah belasan tahun tak bertemu.

Kapolsek Jogonalan, Iptu Rizky Widyo Pratomo, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, membenarkan peristiwa itu. Ia menjelaskan setelah pertemuan itu polisi dan keluarga Koko mengantar Juminten ke RSJD Dr. RM Soedjarwadi Klaten untuk mendapatkan perawatan terutama memulihkan kondisi kejiwaan Juminten.

“Saat bertemu itu kondisi Bu Juminten lusuh. Di badannya tertempel banyak plastik seperti pada bagian kaki sehingga harus dilepaskan satu per satu. Dia memang beberapa kali terlihat berjalan di Jogonalan,” jelas Kapolsek saat dihubungi Solopos.com, Minggu (16/6/2019).

Sementara itu, Koko mengatakan Juminten sebelumnya tinggal di wilayah Gunungkidul. Kakak tirinya tersebut pergi tak lama setelah gempa bumi 2006 lalu.

“Kebetulan janda anak satu. Kami tidak tahu setelah gempa itu kakak saya dimana. Sementara, anaknya dirawat oleh anggota keluarga lainnya,” jelas Koko saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Koko menuturkan upaya pencarian sudah dilakukan selama ini di wilayah DIY hingga ke wilayah Sragen. Namun, pencarian yang dilakukan selama belasan tahun tak membuahkan hasil. “Rasanya sekarang sudah ketemu sangat lega. Kami sangat berterima kasih sudah dibantu dipertemukan dengan kakak kami,” jelas Koko.