Terpilih Jadi Maskot SIPA 2019, Ini Sosok Elizabeth Sudira

Elizabeth Sudira. (Solopos - Sunaryo Haryo Bayu)
18 Juni 2019 14:15 WIB Ika Yuniati Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Maskot Solo International Performing Arts (SIPA) 2019 sudah ditentukan. Pembawa acara (master of ceremony) sekaligus penyanyi Elizabeth Sudira adalah sosok maskot tersebut.

Pemilik lagu Rindu Solo yang akrab disapa Eliz tersebut dipilih karena dianggap mampu mewakili anak muda Solo yang aktif berkesenian sejak setahun terakhir. Lagu pertamanya berjudul Rindu Solo booming di masyarakat. 

Tak lama kemudian ia kembali merilis Bukan Main Main pada Ramadan lalu. Disusul Sukaria yang bakal dibawakan perdana dalam ajang SIPA 2019 di Benteng Vastenburg selama tiga hari, Kamis (5/9/2019)-Sabtu (7/9/2019) mendatang. 

Sesuai tema yang diusung SIPA kali ini, melalui lagu tersebut Eliz ingin mengajak masyarakat bersatu dalam suka ria. “Temanya universal. Kami ingin ajak semua orang bersatu lewat bahasa kesenian ini [musik dan lagu]. Karya ini juga menjadi jembatan SIPA dengan generasi muda,” kata dia.

Eliz mengaku bangga sekaligus merasakan tanggung jawab yang besar ditunjuk sebagai maskot SIPA. Ia sempat tak menyangka mengingat selama ini SIPA cukup ketat dalam mengurasi para maskotnya. 

“Saya tujuh tahun menjadi MC SIPA.  Sempat degdegan ketika dibilang Bu Ira [Direktur SIPA] kalau tahun ini enggak jadi MC SIPA. Saya koreksi diri kenapa, ternyata malah dipercaya menjadi maskot SIPA. Saya bangga sekaligus merasa ini tanggung jawab besar bagi saya,” kata Eliz saat jumpa pers, Senin (17/6/2019).

Sementara itu, dalam sesi pemotretan di Ndalem Mloyokusuman, Eliz mengatakan riasannya nanti dipercayakan pada MUA Solo Antonius Anung, sementara kostum digarap Rory Wardhana. 

Kolaborasi tersebut sekaligus sebagai simbol semangat kekaryaan anak muda Solo. Rory dalam jumpa pers mengatakan kostum dibuat berdasarkan karakter Eliz sebagai perempuan muda yang aktif dan energik. 

Dibuat kemben atasan warna putih dan bawahan celana batik. Ditambahi aksen batik pada lengan kirinya serta aksesori putih di bagian kepala.

Warna putih dan perpaduan batik sogan emas bakal menonjol di panggung saat Eliz pentas nanti. Sementara sogan motif ceplok goda yang dipilihnya memiliki makna gagah perkasa dan berkarisma. 

“Warna putih dan silver merupakan dua warna yang cocok di panggung terbuka. Ini menyimbolkan [perempuan] cantik, anggun, dan [memiliki] power,” kata Rory.

Humas SIPA 2019 Iqbal menambahkan di tahun ke-11 ini SIPA mengusung tema Arts As A Sosial Action. Tema tersebut dipilih karena seni pertunjukan yang disajikan di panggung SIPA tak hanya untuk dinikmati. Tetapi juga menyampaikan isu-isu krusial dalam kehidupan sosial. 

“Seni tidak semata-mata hanya ekspresi diri. Tetapi juga hadir sebagai perwujudan gerakan isu sosial yang ada. Misalnya segala sesuatu yang berhubungan dengan alam, gender, politik, dan lainnya,” kata dia.