Aida, Santri Putri SMA Trensains Sragen Maju Kompetisi di Singapura

Aida Nur Fathiyah, santri putri SMA Trensains Muhammadiyah Sragen. (Istimewa)
18 Juni 2019 03:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Aida Nur Fathiyah, santri putri SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, menjadi delegasi Indonesia di ajang Sains Technologi Engineering Mathematics (STEM) Camp Alive! 2019 di Science Centre Singapura.

Kegiatan berlangsung selama sepekan pada Minggu (16/6/2019) hingga Sabtu (22/6/2019). Aida berangkat dari Sragen pada Jumat (14/6/2019) sore. Sebelum ke Singapura, Aida bersama delegasi lain di Indonesia menjalani persiapan beberapa pekan. Mereka baru bisa berkomunikasi melalui grup WhatsApp (WA) karena jauhnya domisili masing-masing delegasi.

Untuk mematangkan persiapan, tim berkumpul sehari di Bandung sebelum bertolak ke Singapura pada Minggu pagi. Aida berangkat ke Singapura bersama tujuh delegasi lain dari Indonesia yakni perwakilan dari SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMA Santa Laurensia, SMAN Tangerang Selatan, SMAN 26 Jakarta, MAN 2 Malang, dan SMAN 1 Denpasar.

Delegasi Indonesia yang mengikuti STEM Camp Alive! 2019 mendapat dukungan Center for Young Scientists (CYS). Selama mengikuti STEM Camp Alive! 2019, mereka mendapat bimbingan dari Silka Abyadati dan Yundayatim dari CYS.

STEM Camp Alive! 2019 diikuti tujuh negara yakni Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Kamboja.  “Keberangkatan Aida untuk mengikuti STEM Camp Alive! 2019 bisa terwujud berkat hubungan yang baik antara SMA Trensains Muhammadiyah Sragen dengan CYS. Kebetulan hubungan baik ini sudah terjalin dalam beberapa tahun terakhir,” terang pejabat humas SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Hakim Zanky, kepada Solopos.com, Sabtu (15/6/2019).

Hakim Zanky menjelaskan pada awalnya sekolah mengajukan dua nama santri untuk mengikuti seleksi calon delegasi STEM Camp Alive! 2019 di Singapura. Dari dua santri yang disodorkan itu, hanya satu yang lolos yakni atas nama Aida Nur Fathiyah.  “Menurut penjelasan penyelenggara, syarat mutlak yang harus dimiliki calon delegasi adalah memiliki aspek sains dan bahasa Inggris aktif,” ujar Hakim.

Melalui rilis yang diterima Solopos.com, Silka menjelaskan tujuan dari kegiatan STEM Camp Alive! 2019 di Singapura. STEM Camp Alive! 2019 diprakarsai pemerintah Singapura bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan tujuan menyebarluaskan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan kepada generasi muda.

“Mengapa harus SDGs? Ya, karena kami [negara-negara yang diundang] adalah anggota PBB. Setiap anggota PBB menyepakati pembangunan berkelanjutan yang akan dilakukan di negara masing-masing. Ada 17 tujuan SDGs, salah satunya tujuan nomor 12 yang akan kami presentasikan tentang responsible consumption and production. Jadi kami akan fokus pada penggunaan maupun pengelolaan limbah dari sumber alam yang sudah dipakai. Entah itu air, makanan, atau energi,” ungkapnya.