Disekap Perampok, Begini Penuturan Petugas Satpam Gudang Distributor Unilever Sragen

Karyawan CV Dian Pratama Sragen menunjukkan lokasi brankas dan sisa brankas yang dijebol perampok di gudang CV tersebut, Selasa (18/6/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
18 Juni 2019 20:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dua orang petugas satuan pengamanan (satpam) gudang CV Dian Pratama, di Masaran, Sragen, disekap kawanan perampok yang menyatroni gudang distributor produk Unilever tersebut pada Senin (17/6/2019) dini hari.

Mulut mereka dilakban, tangan dan kaki mereka diikat dalam posisi tengkurap. Mereka disekap di ruang sales gudang tersebut.

Akibat kejadian itu, salah satu petugas satpam, Riyanto, mengalami luka di bagian kening. Saat ditemui Solopos.com di kampungnya, Selasa (8/6/2019) siang, Riyanto mengisahkan soal kejadian itu dan bagaimana dirinya bisa lolos dari penyekapan.

Menurut Riyanto, perampok berjumlah sembilan orang masuk kompleks gudang dengan memanjat pagar depan. “Saat itu saya mendengar Pak Parji [petugas satpam yang berjaga di luar gudang] berteriak saat diancam kemudian disekap lima perampok. Saya yang berada di ruang sales berusaha menutup pintu kantor sales rapat-rapat tapi empat perampok lainnya mendobrak dan berhasil masuk. Saya berusaha melawan tetapi saya kalah karena dikeroyok empat orang. Saya juga disekap, mata, mulut dilakban, kedua tangan dan kedua kaki diikat tali rafia dalam posisi tengkurap,” ujar dia.

Sejak saat itu, Riyanto tak bisa melihat apa pun tetapi masih bisa mendengar suara hantaman linggis dan besi ke pintu hingga ke brankas. Setahu Riyanto hampir semua perampok bawa parang tetapi yang bawa linggis dan besi tumpul panjang dua orang. 

“Mereka tak memakai penutup kepala. Mereka berjaket jins. Dari logat kata-katanya menggunakan bahasa Indonesia jakartanan atau sunda. Mereka naik mobil, saya mendengar suara mobil saat mereka kabur. Mereka kabur dengan membuka pintu gerbang karena kebetulan kunci tergeletak di meja kantor sales,” ungkapnya.

Setelah perampok kabur, Riyanto berusaha melepas lakban di mulut dengan menggigit dan menghilangkan perekatnya dengan air liurnya. Ia berusaha keluar ruangan menggunakan badannya untuk mengesot. 

Sesampainya di luar, Riyanto berhasil membuka penutup mulutnya dan sontak berterik meminta tolong. Teriakan Riyanto didengar Sutrisman, mantan Ketua RT 001/RW 001, yang tinggak di sebelah timur gudang. 

Sutrisman dan istrinya keluar rumah dan mendengar ada suara orang minta tolong. Mereka mengira ada kecelakaan tetapi suara itu datang dari dalam gudang. Setelah dilihat ternyata dua orang satpam yang disekap. 

Sutrisman bersama warga lainnya menolong mereka dan kemudian melapor ke Polsek Masaran. Polisi langsung datang dan melakukan oleh tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan, perampok itu membawa kabur uang Rp250 juta dari brankas.