Pinsar Indonesia bakal Bagi-Bagi Ayam Gratis Lagi di Solo Pekan Ini, Kenapa?

Para peternak ayam dari berbagai daerah di Tanah Air berdemo di depan Istana Negara, Jakarta, Selaas (5/2/2019). (Istimewa - Parjuni)
19 Juni 2019 05:40 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -  Selama enam bulan terakhir, peternak ayam potong merugi lebih dari Rp8.000/kilogram (kg) karena harga ayam potong di tingkat peternak jauh di bawah harga normal. Para peternak ayam yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) Jawa Tengah bersiap bagi-bagi ayam gratis lagi di Solo pada pekan ketiga Juni, seperti yang pernah dilaksanakan September 2018 silam.

Kebijakan pembatasan bibit ayam yang bakal diberlakukan 24 Juni 2019 diharapkan memperbaiki harga ayam. Ketua Pinsar Indonesia Jawa Tengah, Parjuni, mengatakan saat ini harga ayam di tingkat peternak untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng) sekitar Rp8.000/kg-Rp10.000/kg. Sedangkan harga pokok produksi (HPP) Rp18.500/kg.

"Tinggal dikalikan saja berapa kerugiannya, dan itu sudah terjadi sejak enam bulan yang lalu," kata dia kepada Solopos.com, Senin (17/6/2019).

Dia berharap kebijakan penarikan 30% bibit bisa mengendalikan over supply yang terjadi dan memperbaiki harga ayam yang anjlok. Dia menilai langkah pemerintah itu terlambat karena peternak sudah terlanjur merugi selama enam bulan.

Berdasarkan rumusan rapat analisa kondisi perunggasan, 13 Juni 2019, di ruang rapat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, diputuskan adanya pengurangan bibit di wilayah Pulau Jawa dengan cara menarik telur tetas sebesar 30%. Kebijakan itu dijalankan mulai 24 Juni 2019.

Selain harga anjlok, saat ini stok ayam juga sangat melimpah. Parjuni mengatakan dalam waktu dekat pihaknya berencana untuk menggelar aksi bagi-bagi ayam gratis lagi. Pada September 2018 lalu, Pinsar juga pernah melakukan aksi tersebut di Pasar Jongke, Solo.

"Kami berencana melakukannya lagi pekan ini. Untuk lokasinya saat ini kami masih konsultasi dengan Pemkot [Pemerintah Kota Solo]," terang dia.