Kebakaran di Pabrik Batik di Pajang Solo, Damkar Habiskan 3.000 Liter Air

Ilustrasi Kebakaran (Solopos/Whisnupaksa)
19 Juni 2019 23:30 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tumpukan kayu yang digunakan untuk membakar bahan dasar batik di Karangturi, RT 002 RW 007 Pajang, Laweyan, Solo, terbakar pada Rabu (19/6/2019) malam. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo berhasil menyelamatkan bangunan sebelum api menjalar ke rumah utama.

Kepala Damkar Solo, Gatot Sutanto, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi kebakaran pukul 21.45 WIB. Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikirimkan untuk melakukan pemadaman kebakaran di lokasi tersebut. Api berhasil dipadamkan pukul 22.00 WIB dengan menghabiskan 3.000 liter air.

“Kami langsung mengirimkan personel untuk memadamkan api tersebut. Api berhasil dipadamkan setelah selama 15 menit proses. Kami dibantu oleh relawan, polisi, dan linmas untuk memadamkan api tersebut,” bebernya.

Menurut Gatot, rumah yang sekaligus digunakan untuk proses produksi batik tersebut dimiliki oleh warga bernama Hendy Kurniawan. Terkait kerugian dan penyebab kebakaran tersebut belum diketahui.

“Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui. Yang terbakar hanya tumpukan kayu yang menjadi bahan bakar untuk membuat malam yang digunakan untuk membatik saja,” imbuh dia.

Sementara itu, Staf Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Solo, Andi Kusjatmiko, mengatakan proses pemadaman berjalan lancar. Hal ini lantaran lokasi kebakaran yang berada di pinggir jalan raya. Miko juga menjelaskan tidak ada bangunan yang terkena imbas dari kebakaran tersebut.

“Kami datang tepat waktu saat ada laporan. Jadi gudang juga masih selamat. Api juga belum merembet sampai ke rumah utama. Kebetulan juga atapnya los, jadi hanya tumpukan kayu saja yang terbakar. Mungkin kalau telat sedikit saja bisa sampai ke rumah utama karena lokasi gudang yang terbakar dengan rumah utama menempel,” ujarnya.