Tim Ahli Cek Sumur Warga Kragilan Pucangan Sukoharjo

Warga Kragilan, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura bersama tim dari Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo melakukan pengecekan terhadap debit air sumur yang menyusut diduga karena operasional sumur milik perusahaan berpelat merah tersebut, Jumat (14/6 - 2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)
19 Juni 2019 00:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Tim ahli dan Badan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo (dulu Perusahaan Daerah Air Minum) mengecek sumur warga di Dukuh Kragilan, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Jumat (14/6/2019).

Pengecekan dilakukan guna mengetahui penyebab masalah penyusutan debit air sumur milik warga Kragilan yang diduga akibat beroperasinya sumur dalam Perumda Air Minum Tirta Makmur. Sumur dalam tersebut dibangun di Dukuh Patahan, Desa Kertonatan, Kecamatan Kartasura.

Berdasarkan pantauan Solopos, pengecekan dilakukan pada sumur warga di wilayah RW 015 Kragilan, Pucangan oleh jajaran Muspika Kartasura bersama Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo dan tim ahli. Selain sumur warga, pengecekan juga dilakukan di sumur dalam milik Perumda Air Minum Tirta Makmur.

Pengecekan dilakukan secara terbuka dan disaksikan bersama oleh semua pihak terkait. Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo menerjunkan petugas, tim ahli dan badan pengawas mengecek beberapa sumur warga. Pengecekan dilakukan seperti kondisi kedalaman bangunan sumur dan debit air menggunakan tali dan meteran.

Pengecekan menindaklanjuti hasil pertemuan antara warga Kragilan dan Perumda Air Minum Tirta Makmur pada Kamis (13/6/2019) malam di Balai Desa Pucangan.

Warga RT 001/RW 015 Tripono mengaku debit air sumur miliknya menyusut sejak Mei lalu. Penyusutan debit air inipun disampaikannya langsung di hadapan petugas saat melakukan pengecekan. "Kami berharap segera ada solusi. Kami ingin kepastian penyebabnya apa, karena kami menduga ini akibat beroperasinya sumur milik PDAM [Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo]," katanya.

Anggota Badan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo Nurdin mengatakan ikut turun tangan memantau langsung kondisi di lokasi. Pihaknya ingin memastikan keluhan warga dan penyebab dari menyusutnya debit air sumur tersebut.

"Saat ini kami tengah berupaya mencari penyebab menyusutnya debit air sumur warga. Sehingga bisa segera ditangani dan diselesaikan," katanya.

Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo M. Hasyim mengatakan, pengecekan sumur warga dilakukan secara langsung untuk mengetahui kondisi dan data yang diperlukan. Total sesuai keterangan RW terdapat 150 kepala keluarga (KK) yang mengeluhkan air sumur mengalami penyusutan debit.Dari jumlah tersebut diambil sekitar 10 - 15 persen saja untuk dilakukan pengecekan oleh tim Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo bersama petugas terkait lainnya.

"Sekarang pengecekan tahap pertama dilakukan terhadap sumur warga Kragilan, Pucangan pada saat kondisi sumur Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo di Patahan, Kertonatan dimatikan atau tidak beroperasi selama 10 hari," katanya.

Kemudian pengecekan tahap kedua akan dilakukan 10 hari selanjutnya pada saat sumur Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo dihidupkan atau diaktifkan. Dengan demikian dibutuhkan waktu 20 hari untuk mengetahui hasil pengecekan. Pihaknya membutuhkan data perbandingan kondisi sumur warga pada saat sumur dalam milik Perumda Air Minum Tirta Makmur dihidupkan dan dimatikan.

"Perkembangan kondisi sumur warga akan dipantau oleh warga dan tim kami setiap hari selama 20 hari kedepan terhitung Jumat [14/6/2019]," katanya.

Hasil pengecekan inilah akan dijadikan pedoman bersama antara warga dan Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo dalam mencari sumber masalah dan penyelesaiannya. Dia menjelaskan selama ini Perumda Air Minum Tirta Makmur menyosialisasikan kepada warga setiap tahapan proses pembangunan sumur dalam. Termasuk hal ini dilakukan saat pembangunan sumur dalam di wilayah Patahan, Kertonatan.

Pembangunan sumur dalam itu juga melalui kajian teknis dari tim ahli. Sementara sebagai solusi dimatikannya operasional sumur Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo maka akan dilakukan dropping air bersih bagi 600 pelangga perusahaan pelat merah tersebut.